Andi Ahmad S
Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:17 WIB
Ilustrasi Mayat- Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas. (unsplash/john hendrick)
Baca 10 detik
  • Seorang nenek berinisial PE meninggal dunia akibat tertimpa tembok pembatas yang roboh di Bogor.
  • Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu pagi pukul 06.00 WIB saat korban pulang belanja sayur.
  • Korban mengalami luka parah di kepala dan jenazahnya telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

SuaraJabar.id - Nasib tragis menimpa seorang nenek berinisial PE (62), warga Desa Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Niat hati mengais rezeki dan menyiapkan masakan keluarga usai membeli sayur, korban justru mengembuskan napas terakhirnya usai tertimpa tembok pembatas yang mendadak roboh pada Rabu (19/8/2026) pagi.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekira pukul 06.00 WIB. Saat itu, korban baru saja melangkahkan kaki menuju rumahnya sepulang dari warung.

Kapolsek Gunung Sindur, AKP Ucup Supriatna, mengonfirmasi bahwa korban tertimpa material bangunan saat melintas di dekat lokasi kejadian.

"Korban baru selesai belanja sayur, kemudian pas pulang dari warung tertimpa tembok pembatas yang roboh," terang Ucup saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, lokasi kejadian merupakan bekas rumah yang kini hanya menyisakan tanah kosong. Dibagian tanah tersebut masih berdiri sisa pagar berupa tembok bata merah.

Menurutnya, kondisi tembok tersebut sudah rapuh karena termakan usia.

Diduga, kondisi itulah yang membuat tembok akhirnya roboh dan menimpa korban yang sedang melintas.

Akibat tertimpa reruntuhan tembok, PE mengalami luka parah pada bagian kepala.

Baca Juga: Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor

Nyawanya tak tertolong dan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Neneknya luka parah di bagian kepala karena tertimpa tembok dan meninggal di lokasi," terangnya.

Polisi yang menerima laporan kemudian mendatagi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Tangerang Selatan.

“Setelah proses di rumah sakit selesai, pihak keluarga membawa jenazah PE ke wilayah Parung untuk dimakamkan,” kata Ucup.

Kemudian, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Load More