- Pemerintah Kabupaten Bogor memperluas fasilitas publik untuk mendukung ekspresi para pekerja seni lokal.
- Sekda Ajat Rochmat Jatnika menyatakan realisasi fasilitas tersebut semakin masif di era kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto.
- Berbagai ruang publik dan acara rutin kini disediakan agar kebudayaan daerah terus hidup dan berkembang.
SuaraJabar.id - Pemkab Bogor makin serius dalam memanjakan para pekerja seni dan budayawan lokal. Lewat perluasan berbagai ruang publik, para pelaku seni kini punya wadah yang lebih luas untuk berekspresi, melahirkan karya terbaik, sekaligus mengenalkan kekayaan budaya daerah ke masyarakat luas.
Langkah ini bukan sekadar wacana mendadak. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengungkapkan bahwa penyediaan fasilitas dan agenda kegiatan budaya ini sebenarnya sudah dirancang sejak lama.
Namun, realisasi dan pergerakannya terasa makin masif di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
"Sebagian memang sudah direncanakan lama dan dieksekusi cukup signifikan di kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto," ujar Ajat, belum lama ini.
Menurut Ajat, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada kebutuhan fisik masyarakat. Ruang publik juga perlu dirancang agar bisa menjadi tempat bertemunya gagasan, kreativitas dan kebudayaan.
Sejumlah fasilitas kini dapat menjadi ruang ekspresi bagi para seniman dan budayawan. Di antaranya Alun-alun Tegar Beriman Cibinong, Cibinong Setu Plaza, Taman Siliwangi, Gelora Pakansari, Auditorium dan Gedung Tegar Beriman, hingga alun-alun di sejumlah kecamatan.
Selain menyediakan tempat, Pemerintah Kabupaten Bogor juga membuka ruang bagi pelaku seni melalui berbagai kegiatan. Salah satunya Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap pekan dan kerap menampilkan pertunjukan dari sanggar seni maupun budayawan.
Panggung kebudayaan juga hadir melalui helaran dan gelar budaya tingkat kabupaten maupun kecamatan. Para seniman dan budayawan pun mendapat kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan yang digelar perangkat daerah maupun komunitas.
Ajat menilai, ruang-ruang tersebut penting agar kebudayaan tidak hanya menjadi sesuatu yang disimpan atau dikenang, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Baca Juga: Kabupaten Bogor Siap Miliki Embarkasi Haji Mewah Megah Serupa Zamzam Tower
“Ruang ekspresi, ruang kreasi dan ruang kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah untuk melestarikan dan mempromosikan kebudayaan daerah, khususnya di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Dengan semakin banyaknya ruang publik yang bisa dimanfaatkan, para seniman dan budayawan diharapkan tidak lagi kesulitan mencari panggung. Sebab, menjaga kebudayaan pada akhirnya bukan hanya soal merawat masa lalu, tetapi juga memberi tempat bagi kreativitas untuk tumbuh di masa depan.
Berita Terkait
-
Kabupaten Bogor Siap Miliki Embarkasi Haji Mewah Megah Serupa Zamzam Tower
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan
-
Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang
-
Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok
-
DPRD Jabar: Penyerangan Bus Persib U-18 Bukan Rivalitas, tetapi Kriminalitas
-
Utang Rp25 Juta Diduga Jadi Motif Pembunuhan Sopir Ojol di Sumedang
-
BRI Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Gelaran MotoGP Mandalika 2026, Pariwisata Ikut Terdorong