Andi Ahmad S
Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:29 WIB
Proyek embarkasi haji dan umrah terpadu di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, Cibinong [Ist]
Baca 10 detik
  • Pemkab Bogor menganggarkan Rp142 miliar dari APBD 2027 untuk membangun embarkasi haji dan umrah terpadu di Cibinong.
  • Proses lelang proyek bangunan tujuh lantai berdesain Zamzam Tower ini dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
  • Bupati Bogor Rudy Susmanto menargetkan pembangunan fisik dimulai awal 2027 guna mengoptimalkan kenyamanan calon jemaah.

SuaraJabar.id - Pemkab Bogor menghembuskan kabar gembira bagi para calon jemaah haji dan umrah setempat. Mengingat Kabupaten Bogor merupakan daerah dengan kuota haji terbesar di Indonesia mencapai 3.450 jemaah tahun ini berkat populasi lebih dari 5,6 juta jiwa pemerintah daerah bergerak cepat menghadirkan fasilitas mandiri.

Tak tanggung-tanggung, dana segar sebesar Rp142 miliar disiapkan untuk menggarap proyek embarkasi haji dan umrah terpadu di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, Cibinong. Menariknya, desain bangunan ini dirancang ikonis mengadopsi kemegahan Zamzam Tower.

Langkah Bupati Bogor Rudy Susmanto ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan optimal, memangkas kelelahan fisik jemaah sebelum terbang, sekaligus menjadi ikon kebanggaan baru bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

“Insyaallah nanti tahun 2027-2028, kita melihat kemampuan keuangan daerah. Apabila memungkinkan dan syukur-syukur pemerintah pusat membantu, kita ingin Kabupaten Bogor memiliki embarkasi haji sendiri,” ujar Rudy Susmanto, belum lama ini.

Proses lelang atau tender pembangunan embarkasi haji dan umrah tersebut rencananya dilakukan pada Desember 2026 sehingga pembangunan fisik dapat dimulai pada awal 2027.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor Eko Mujiarto mengatakan, bangunan tujuh lantai tersebut akan dibangun menggunakan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp142 miliar.

Menurut Eko, proyek tersebut sebelumnya direncanakan dilaksanakan pada tahun anggaran berjalan. Namun, keterbatasan waktu pelaksanaan membuat pembangunan diundur hingga tahun depan.

“Faktor waktu yang tidak cukup untuk membuat hotel. Karena kita proses lelang dan tahapan lainnya, waktunya tinggal sekitar enam bulan,” kata Eko.

Ia menjelaskan, tahapan pembangunan akan dimulai melalui proses lelang pada Desember 2026 sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai pada awal 2027.

Baca Juga: Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

“Rencananya Desember sudah mulai proses lelang, sehingga Januari sudah bisa mulai pembangunan,” ujar Eko.

Eko mengatakan, bangunan embarkasi haji dan umrah tersebut dirancang dengan konsep yang disebut menyerupai Zamzam Tower di Mekkah untuk mendukung pelayanan jemaah haji dan umrah di Kabupaten Bogor.

Menurut dia, penundaan pembangunan dilakukan agar proses pekerjaan dapat berlangsung lebih optimal dan tidak dikerjakan secara tergesa-gesa.

“Kalau dipaksakan sekarang, khawatir tidak maksimal. Jadi kita undur tahun depan supaya waktu pengerjaannya lebih cukup,” katanya.

Sementara itu, Masjid Raya Nurul Wathon yang menjadi lokasi pembangunan embarkasi haji tersebut berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektare dengan anggaran Rp112 miliar dari APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025.

Masjid tersebut dilengkapi Menara Tauhid setinggi 99 meter, miniatur Ka'bah untuk manasik haji, serta sejumlah ornamen yang berkaitan dengan Ka'bah sebagai penunjang kegiatan keagamaan di kawasan Pakansari.

Load More