- Dinas Sosial Kota Cimahi menerima laporan mingguan mengenai orang dengan gangguan jiwa terlantar akibat wilayah perlintasan.
- Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar segera melaporkan penemuan orang terlantar melalui layanan darurat nomor 112.
- Tim Reaksi Cepat dan ambulans khusus disiagakan untuk mengevakuasi serta menangani orang terlantar secara aman.
SuaraJabar.id - Keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar di ruang publik Kota Cimahi menjadi persoalan yang masih kerap ditangani pemerintah daerah.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi menyebut laporan terkait ODGJ terlantar hampir setiap pekan diterima dari masyarakat.
Penelaah Teknis Kebijakan Dinsos Kota Cimahi, Acep Umar, mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari posisi Cimahi sebagai wilayah perlintasan antardaerah.
ODGJ dari berbagai wilayah terkadang melintas hingga akhirnya terlantar di fasilitas umum tanpa pendampingan keluarga.
"Karena Cimahi jalur lintasan, jadi banyak sekali ODGJ yang melintas di wilayah kami. Hampir setiap pekan pasti ada laporan dari masyarakat," kata Acep melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Kamis (27/8/2026).
Di lapangan, mereka yang terlantar dan tidak diketahui asal-usul maupun tempat tinggalnya kerap dikategorikan sebagai gelandangan sosial (gelsos). Keberadaan mereka di ruang publik menjadi perhatian karena membutuhkan penanganan sekaligus pendampingan yang tepat.
Untuk mempercepat penanganan, Dinsos Cimahi meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan ODGJ terlantar melalui layanan darurat 112.
"Laporan yang masuk ke 112 akan langsung kami teruskan dan koordinasikan bersama Satpol PP dan Dinas Sosial, agar penanganan bisa berjalan cepat dan tepat sasaran," ujarnya.
Dinsos Cimahi juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk merespons laporan masyarakat. Tim tersebut bertugas melakukan penjangkauan dan evakuasi terhadap ODGJ terlantar yang membutuhkan pertolongan.
Baca Juga: Tangis Bocah Berujung Viral, Ayah Terduga Pelaku Penganiayaan di Cimahi Ditangkap
Selain personel, penanganan kini didukung ambulans khusus untuk mempermudah proses evakuasi secara lebih aman dan terukur. ODGJ yang telah dievakuasi selanjutnya dapat diarahkan ke fasilitas penanganan sesuai kebutuhan.
Acep mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang membutuhkan pertolongan tetap mendapatkan penanganan yang layak, sekaligus menjaga kenyamanan dan ketertiban di ruang publik.
"Tujuannya sederhana, untuk memastikan setiap ODGJ yang membutuhkan pertolongan segera tertangani dengan layak. Sekaligus menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama di ruang publik Kota Cimahi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu