- Polres Cimahi mengamankan seorang pria terduga penganiaya anak kandungnya di Cipongkor pada Jumat, 31 Juli 2026.
- Penangkapan dilakukan setelah video dugaan kekerasan yang menyebabkan luka di wajah korban viral di media sosial.
- Penyidik Satreskrim Polres Cimahi saat ini sedang memeriksa terduga pelaku untuk mendalami motif dan kronologi kejadian.
SuaraJabar.id - Polres Cimahi mengamankan seorang pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.
Langkah tersebut dilakukan setelah kepolisian menerima informasi mengenai dugaan tindak kekerasan yang viral di media sosial.
Kapolres Cimahi Ajun Komisaris Besar Polisi M. Faruk Rozi mengatakan terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Betul, kami sudah menerima informasinya terkait dugaan penganiayaan yang viral di media sosial tersebut. Terduga pelaku sudah kami amankan juga," kata Faruk, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi masih mendalami motif serta kronologi kejadian dengan memeriksa terduga pelaku dan mengumpulkan sejumlah keterangan.
"Saat ini masih diperiksa terkait motif dan keterangan lainnya. Nanti akan kami sampaikan perkembangannya," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penganiayaan tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.
Kasus itu menjadi perhatian publik setelah beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang anak.
Dalam video tersebut, korban tampak mengalami luka pada bagian wajah hingga mengeluarkan darah. Namun, penyebab pasti luka yang dialami korban masih didalami penyidik sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Baca Juga: Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
Polres Cimahi memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum. Selain memeriksa terduga pelaku, penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan saksi untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut.
Kepolisian juga menegaskan bahwa selama proses penyidikan berlangsung, perlindungan terhadap korban menjadi salah satu prioritas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain
-
Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat