- BPBD Jawa Barat mencatat 132 kejadian karhutla melalap 196,40 hektare lahan di 91 kecamatan per akhir Agustus 2026.
- Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan menilai metode pemadaman konvensional tidak efisien dan mengusulkan pembentukan Dana Abadi Lingkungan.
- Iwan mengusulkan pengadaan sistem peringatan dini berbasis kecerdasan buatan, jaringan sensor IoT, serta pembentukan Pasukan Sabuk Hijau.
SuaraJabar.id - Maraknya karhutla di Jawa Barat sepanjang kemarau ini menjadi alarm keras bagi tata kelola lingkungan daerah.
Wakil Ketua DPRD Jabar, Iwan Suryawan, menilai metode lama yang berfokus pada pemadaman saat api meluas sudah tidak efisien dan boros anggaran.
Pernyataan ini merespons data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat per akhir Agustus 2026.
Laporan resmi Pusdalops BPBD Jabar mencatat 132 kejadian karhutla yang melalap 196,40 hektare lahan di 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan.
Dari catatan tersebut, Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan insiden terbanyak, sementara Kabupaten Sukabumi menelan kerusakan terluas mencapai 49,20 hektare.
Melihat skala dampak karhutla yang terus mengancam pemukiman warga di ratusan desa tersebut, Iwan Suryawan menegaskan bahwa Jawa Barat membutuhkan pergeseran paradigma radikal dari sekadar respons darurat menuju mitigasi berbasis teknologi mutakhir dan ketahanan dana berkelanjutan.
Menurutnya, kebakaran hutan tidak boleh lagi dianggap sebagai bencana rutin semata.
Iwan menyoroti postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan dokumen resmi Peraturan Daerah (Perda) Pengesahan APBD Jabar TA 2026 yang terbit di portal Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Pemprov Jabar, struktur APBD Jabar ditetapkan sebesar Rp30,49 triliun dengan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp129,51 miliar.
Baca Juga: Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Setop Pendakian Gunung di Jabar Selama Musim Kemarau
Menurut Iwan, porsi dana BTT yang tercantum dalam dokumen APBD tersebut seharusnya bisa diefisiensikan jika fokus digeser ke mitigasi dini.
Ia menilai mengandalkan skema pencairan BTT saat api sudah menjalar hanya membuat anggaran daerah terserap untuk tindakan pemulihan pascabencana yang berbiaya mahal.
Sebagai solusi out of the box, Iwan mengusulkan pembentukan "Dana Abadi Lingkungan Jawa Barat" yang diisi dari penyisihan efisiensi alokasi BTT serta integrasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam dan DAK Lingkungan Hidup.
Dana abadi ini dirancang sebagai instrumen finansial berkelanjutan untuk membiayai teknologi perlindungan hutan secara permanen.
"Kita tidak bisa terus bergantung pada pola reactive spending yang menghabiskan BTT ratusan miliar saat krisis terjadi. Lewat Dana Abadi Lingkungan, Jabar punya instrumen finansial mandiri untuk membiayai infrastruktur dan pencegahan Karhutla tanpa mengganggu beban APBD pokok," ujar Iwan, kepada wartawan Selasa (1/9/2026).
Secara khusus, Iwan mengajak para pelaku konservasi modern, peneliti dari perguruan tinggi, hingga ekonom untuk turun tangan duduk bersama merumuskan formula ideal Dana Abadi Lingkungan ini. Ia menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan analisis multidisiplin yang presisi.
Berita Terkait
-
Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Setop Pendakian Gunung di Jabar Selama Musim Kemarau
-
Karhutla Jabar Tembus 138 Kejadian, Sumedang Terbanyak dan Sukabumi Terluas
-
Lima Kios Pasar Andir Garut Hangus Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
-
Minta Kader Tiru Gaya KDM, Herman Khaeron: Rakyat Jabar Memilih Pakai Hati
-
Gunung Geulis Sukabumi Terbakar, 4 Hektare Lahan Hangus Api Mendekati Pemukiman
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan
-
Polemik Jalsah Salanah Ahmadiyah, KDM Diminta Tegur Bupati Tasikmalaya
-
Polres Cimahi Ungkap 59 Kasus Narkoba dalam 10 Hari, Barang Bukti Senilai Rp550 Juta
-
Jelang Wisuda Akhir November, Mahasiswi IPB Ditemukan Meninggal di Rumahnya
-
Jika Musyawarah Gagal, Lahan Aula RW 44 Kota Wisata Terancam Diambil Alih Pemkab Bogor