- Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron menyatakan Musda ke-VI di Kota Bandung dipercepat untuk menata organisasi.
- Anton Sukartono Suratto ditetapkan secara aklamasi sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap partai politik memperkuat kemitraan dengan pemerintah untuk mengawal pembangunan.
SuaraJabar.id - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Partai Demokrat Jawa Barat di Kota Bandung, digelar lebih cepat dari jadwal semula saat kepengurusan berjalan empat tahun empat bulan untuk mempercepat penataan organisasi partai di Jawa Barat.
"Musda ke-VI Partai Demokrat Jawa Barat ini melalui Musdalub, karena kepengurusan baru 4 tahun 4 bulan. Tapi penyelenggaraan Musda berdasarkan AD/ART, kewenangannya berada di Ketua Umum," katanya.
Menurut Herman, penyesuaian jadwal Musda merupakan kewenangan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.
Ia mengatakan hingga batas waktu pendaftaran hanya terdapat satu calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2026–2031 yang memenuhi persyaratan, yakni Anton Sukartono Suratto.
Anton mendapatkan dukungan dari 27 DPC dan satu organisasi sayap Partai Demokrat.
"Sampai batas pendaftaran hanya ada satu calon yang dapat dukungan 27 DPC serta satu organisasi sayap. Karena hanya calon tunggal, pelaksanaan musda berjalan lebih cepat dan Anton ditetapkan secara aklamasi untuk selanjutnya diusulkan ke ketua umum," ujarnya.
Herman mengatakan Musda juga menjadi forum untuk mengevaluasi kepengurusan serta merumuskan langkah strategis Partai Demokrat di Jawa Barat.
Ia meminta kader Demokrat mendekatkan diri kepada masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka.
"Masyarakat Jawa Barat itu memilih dengan hati. Jadi kami ingatkan kader di Jawa Barat harus dekat dengan rakyat. Seperti KDM, dekat dengan rakyat, maka tiru beliau agar Demokrat ke depan bisa dicintai," katanya.
Baca Juga: Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap kemitraan pemerintah provinsi dengan partai politik terus diperkuat untuk bersama-sama mengawal agenda pembangunan di Jawa Barat.
Dedi mengatakan kemitraan tersebut terutama diperlukan dengan partai politik yang memiliki keterwakilan di DPRD Jawa Barat dan selama ini telah menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi.
"Harapan bisa bersama menuntaskan konsepsi dan teknokrasi pembangunan di Jawa Barat. Selama ini komunikasi dengan pimpinan partai, DPD, fraksi, dan kami juga melihat dinamika di DPRD juga baik," katanya.
Berita Terkait
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib
-
Kabar Gembira! Dedi Mulyadi Ungkap Tanggal Kepulangan ABK Sukabumi yang Terlantar di Fiji
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Sudah Terima Kompensasi Tapi Nekat Buka Lapak, 5 Bangunan Liar di Jalur Ciater-Subang Disegel
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Gara-Gara Utang Rp30 Ribu, Dua Pria di Sukabumi Duel Pakai Golok, Satu Luka Berat
-
Pemkab Garut Tetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Pasirbajing
-
BRILink Agen Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Masuk Kategori Jawara dan Juragan
-
Survei Arawicaksa Institute: Abdul Muti dan Amran Sulaiman Menteri dengan Penilaian Tertinggi
-
Kasus Pembubaran Ibadah, Sajajar Minta Penegakan Hukum Tak Berhenti di Penetapan Tersangka