- Tempo Data Science merilis survei pada 26 Agustus 2026 yang menunjukkan sebagian warga memaklumi politik dinasti demi kemampuan kandidat.
- Survei nasional periode 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran merosot menjadi 37 persen.
- Sebanyak 68 persen responden menilai ekonomi memburuk akibat harga kebutuhan pokok tinggi, kesulitan ekonomi, serta minimnya lapangan pekerjaan.
SuaraJabar.id - Perdebatan mengenai politik dinasti ternyata tidak sepenuhnya dipandang negatif oleh masyarakat. Hasil survei Tempo Data Science yang dilansir, Rabu (26/8/2026), menunjukkan sebagian besar responden cenderung melihat pencalonan keluarga pejabat secara pragmatis, terutama jika calon dinilai memiliki kemampuan.
Sebanyak 47 persen responden menganggap pencalonan anggota keluarga pejabat dalam pemilu sebagai hal yang wajar selama kandidat tersebut memiliki kemampuan.
Sementara itu, 18 persen responden lainnya memaklumi praktik tersebut dengan alasan pencalonan merupakan hak politik setiap warga negara.
Temuan ini menunjukkan bahwa faktor kompetensi menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat dalam menilai pencalonan keluarga pejabat. Dengan demikian, hubungan kekerabatan dengan pejabat tidak serta-merta membuat publik menolak seorang kandidat.
Hasil itu sekaligus memperlihatkan bahwa isu politik dinasti masih memiliki ruang perdebatan di tengah masyarakat.
Bagi sebagian responden, latar belakang keluarga bukan menjadi persoalan utama selama kandidat memiliki kapasitas dan tetap menggunakan hak politiknya sesuai aturan.
Elektabilitas Prabowo-Gibran Menurun
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengalami penurunan tajam. Di tengah merosotnya penilaian terhadap pemerintah, nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru mencuat sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi calon presiden 2029.
Temuan tersebut berdasarkan survei nasional Tempo Data Science yang dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026. Survei memotret persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah sekaligus dinamika elektabilitas sejumlah tokoh politik nasional.
Baca Juga: Dilamar Partai Gema Bangsa, Sudirman Said: Tema Desentralisasi Politik Sangat Tepat
Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 37 persen. Rinciannya, 34 persen responden menyatakan puas dan 3 persen sangat puas.
Angka tersebut turun dibandingkan survei sebelumnya. Pada Desember 2025, tingkat kepuasan tercatat 75 persen, kemudian turun menjadi 58 persen pada Maret 2026.
Sebaliknya, sebanyak 62 persen responden mengaku tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Rinciannya, 50 persen menyatakan kurang puas dan 12 persen tidak puas sama sekali. Adapun rata-rata penilaian terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 5,7 dari skala 10.
Ekonomi Jadi Sorotan Utama
Persoalan ekonomi menjadi faktor yang paling banyak memengaruhi persepsi negatif masyarakat. Sebanyak 68 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional saat ini lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya.
Keluhan terbesar masyarakat berkaitan dengan harga kebutuhan pokok yang tinggi sebesar 36 persen. Berikutnya, kondisi perekonomian yang sulit sebesar 23 persen dan minimnya lapangan pekerjaan sebesar 16 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Peta Politik 2026 Bergejolak, Ini 6 Temuan Krusial Survei Tempo Data Science
-
Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Survei Terbaru
-
Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar
-
Frits Fanggidae Dorong Pemerintah dan Anak Muda Bersatu Pulihkan NTT Pascagempa
-
Dari Kandungan hingga Usia 2 Tahun, Pentingnya Perkuat Edukasi Pencegahan Stunting