- Pengamat ekonomi Frits Oscar Fanggidae mendorong kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk mempercepat pemulihan NTT setelah gempa.
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah meninjau langsung lokasi pengungsian dan fasilitas publik terdampak di Kabupaten Sikka.
- Pemerintah diminta segera memperbaiki infrastruktur rusak, sementara mahasiswa UI memberikan trauma healing bagi anak-anak korban gempa.
SuaraJabar.id - Pengamat ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) Frits Fanggidae mendorong kolaborasi pemerintah, mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat penanganan serta pemulihan NTT setelah diguncang gempa bumi.
Frits menilai pemerintah memiliki tanggung jawab utama memastikan seluruh masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan penanganan dan bantuan secara merata.
“Semua warga yang terdampak harus dijangkau. Semua harus diperhatikan,” ujar Frits, Rabu (26/8/2026).
Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak, menurut Frits, menjadi bagian penting dalam memastikan proses penanganan bencana berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelumnya mengunjungi NTT pada Kamis (20/8/2026) untuk meninjau langsung penanganan dan pemulihan pascagempa.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran meninjau lokasi pengungsian dan fasilitas publik yang terdampak di Kabupaten Sikka.
Selain pemerintah, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) turut terlibat dengan memberikan pendampingan psikososial dan trauma healing kepada anak-anak terdampak gempa.
Frits mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan kelompok masyarakat dalam membantu warga terdampak. Ia menilai penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi berbagai pihak.
“Mahasiswa dan kelompok mana pun yang ingin ikut membantu penanganan gempa ini baik. Semua pihak yang merasa terpanggil silakan berpartisipasi untuk terlibat,” katanya.
Baca Juga: BRI Resmikan Money Changer di PLBN Motaain, Nusa Tenggara Timur: Perkuat Kedaulatan Rupiah
Di sisi lain, Frits meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok pengungsi, tetapi segera mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak akibat gempa.
“Pemulihan tergantung dari percepatan memperbaiki kerusakan, terutama sarana publik. Pelabuhan, jembatan, dan jalan harus segera secepatnya,” ujarnya.
Menurut dia, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi faktor penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan. Rumah warga yang mengalami kerusakan serta fasilitas publik dan sosial juga perlu segera diperbaiki.
Frits berharap kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga proses pemulihan NTT berlangsung lebih cepat dan kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September