- Tempo Data Science merilis survei nasional periode 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 yang mengungkap penurunan kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi 37 persen.
- Faktor utama penurunan tersebut disebabkan oleh masalah ekonomi, di mana mahalnya harga kebutuhan pokok dan sulitnya lapangan kerja mendominasi keluhan masyarakat.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendominasi elektabilitas nasional calon presiden dengan perolehan 42 persen dalam survei tersebut.
SuaraJabar.id - Laporan survei nasional terbaru yang dirilis oleh Tempo Data Science periode 31 Juli – 11 Agustus 2026 mengungkap pergeseran drastis dalam lanskap politik dan persepsi publik Indonesia.
Memasuki tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terjadi dinamika signifikan mulai dari penurunan tingkat kepuasan hingga munculnya figur dominan baru.
Berikut adalah 6 fakta penting yang merangkum kondisi sosiopolitik nasional menurut hasil survei tersebut:
1. Penurunan Drastis Approval Rating Pemerintah
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mengalami penurunan tajam. Saat ini, hanya 37 persen masyarakat yang merasa puas (34% puas, 3% sangat puas).
Angka ini menunjukkan tren merosot yang mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan Desember 2025 yang mencapai 75 persen, dan Maret 2026 di angka 58 persen.
Sebaliknya, angka ketidakpuasan kini mendominasi di level 62 persen.
2. Harga Pangan dan Lapangan Kerja Jadi "Rapor Merah"
Faktor utama yang menggerus kepercayaan publik adalah isu ekonomi fundamental. Survei mencatat tiga masalah utama yang dikeluhkan warga:
Baca Juga: Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Survei Terbaru
Harga Kebutuhan Pokok (36%): Publik merasa terbebani lonjakan harga pangan.
Ekonomi Sulit (23%): Persepsi mengenai daya beli yang melemah.
Lapangan Kerja (16%): Terbatasnya kesempatan kerja, di mana penilaian terburuk terkait isu ini tercatat paling tinggi di wilayah Jawa Barat.
3. Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), telah menjangkau 57 persen keluarga di Indonesia. Namun, luasnya jangkauan ini tidak berbanding lurus dengan kepuasan.
Sebanyak 51 persen penerima manfaat menyatakan belum puas dengan pelaksanaannya. Hal ini kontras dengan program bantuan sosial lama seperti PKH yang mempertahankan tingkat kepuasan di angka 95 persen.
Berita Terkait
-
Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Survei Terbaru
-
Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar
-
Minta Kader Tiru Gaya KDM, Herman Khaeron: Rakyat Jabar Memilih Pakai Hati
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Kabar Gembira! Dedi Mulyadi Ungkap Tanggal Kepulangan ABK Sukabumi yang Terlantar di Fiji
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
Terkini
-
Peta Politik 2026 Bergejolak, Ini 6 Temuan Krusial Survei Tempo Data Science
-
Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Survei Terbaru
-
Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar
-
Frits Fanggidae Dorong Pemerintah dan Anak Muda Bersatu Pulihkan NTT Pascagempa
-
Dari Kandungan hingga Usia 2 Tahun, Pentingnya Perkuat Edukasi Pencegahan Stunting