Andi Ahmad S
Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:35 WIB
Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto
Baca 10 detik
  • Tempo Data Science merilis survei nasional periode 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 yang mengungkap penurunan kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi 37 persen.
  • Faktor utama penurunan tersebut disebabkan oleh masalah ekonomi, di mana mahalnya harga kebutuhan pokok dan sulitnya lapangan kerja mendominasi keluhan masyarakat.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendominasi elektabilitas nasional calon presiden dengan perolehan 42 persen dalam survei tersebut.

4. Fenomena Dedi Mulyadi (KDM) yang Tak Terbendung

Dinamika paling mengejutkan muncul pada bursa calon presiden. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kini menjadi top of mind dan mendominasi elektabilitas nasional.

Dalam simulasi nama capres, Dedi Mulyadi unggul telak dengan 42 persen, meninggalkan Prabowo Subianto (15%), Anies Baswedan (10%), dan Gibran Rakabuming (6%).

Citra KDM yang dianggap "dekat dengan rakyat" menjadi alasan utama bagi 25 persen pemilih.

5. Peta Dukungan Partai Politik Cenderung Stabil

Berbeda dengan pilihan figur yang dinamis, loyalitas terhadap partai politik relatif konsisten dengan hasil Pemilu 2024.

Partai Gerindra masih memimpin tipis dengan elektabilitas 20 persen, disusul PDI Perjuangan (16%) dan Golkar (10%).

Menariknya, PDI Perjuangan dikukuhkan oleh 26 persen responden sebagai kekuatan oposisi paling tangguh saat ini.

6. Pandangan Pragmatis Publik Terhadap Politik Dinasti

Baca Juga: Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Survei Terbaru

Meski sering menuai perdebatan di tingkat elit dan aktivis, masyarakat umum memiliki pandangan yang cukup pragmatis terhadap isu politik dinasti.

Sebanyak 47 persen responden menganggap wajar keterlibatan keluarga pejabat dalam pemilu asalkan memiliki kemampuan yang mumpuni, sementara 18 persen lainnya melihat hal tersebut sebagai hak politik setiap warga negara.

Load More