Andi Ahmad S
Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:15 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. [Reza Deny/Harapanrakyat]
Baca 10 detik
  • Tempo Data Science merilis survei nasional tanggal 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 mengenai kepuasan publik.
  • Tingkat kepuasan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran turun drastis menjadi 37 persen akibat masalah tingginya harga kebutuhan pokok.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendominasi elektabilitas calon presiden dengan perolehan suara mencapai 42 persen.

SuaraJabar.id - Laporan survei nasional terbaru dari Tempo Data Science 31 Juli–11 Agustus 2026 memperlihatkan pergeseran peta politik nasional menjelang tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penurunan signifikan pada approval rating pemerintah berjalan beriringan dengan dinamika baru pada persepsi ekonomi masyarakat, evaluasi program unggulan, hingga konfigurasian elektabilitas figur politik.

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo - Gibran berada di angka 37 persen yakni 34 persen puas dan 3 persen sangat puas, dengan rata-rata skor kinerja 5,7 dari 10.

Angka ini mencerminkan tren penurunan bertahap jika dibandingkan dengan periode Desember 2025 yang mencapai 75 persen dan Maret 2026 berada di angka 58 persen. Sebaliknya, proporsi ketidakpuasan mencapai 62 persen.

Publik menyoroti tingginya harga kebutuhan pokok 36 persen, perekonomian yang sulit 23 persen, serta minimnya lapangan pekerjaan 16 persen sebagai masalah utama yang sedang dihadapi.

Penilaian terburuk terkait penciptaan lapangan kerja tercatat paling tinggi di wilayah Jawa Barat.

Di sisi program prioritas pemerintah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat telah menjangkau lebih dari separuh keluarga, di mana 57 persen responden menyatakan ada anggota keluarganya yang menjadi penerima program ini.

Meski memiliki jangkauan yang luas, tingkat kepuasan penerima masih menjadi catatan merah. Dari total keluarga penerima MBG, lebih dari separuh 51 persen menyatakan belum puas, dengan rincian 43 persen kurang puas dan 8 persen tidak puas sama sekali terhadap pelaksanaannya.

Sebaliknya, program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) justru mendapatkan tingkat kepuasan tertinggi sebesar 95 persen.

Baca Juga: Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar

Menurunnya tingkat kepuasan kinerja pemerintah ini berimbas langsung pada elektabilitas tokoh politik.
Dinamika yang paling mengejutkan adalah melesatnya nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Dedi Mulyadi bukan hanya menjadi top of mind publik, namun juga mendominasi elektabilitas.

Dalam simulasi pilihan nama calon presiden, Dedi Mulyadi unggul telak dengan meraih 42 persen suara, meninggalkan Prabowo Subianto di posisi kedua dengan 15 persen suara.

Di posisi selanjutnya terdapat Anies Rasyid Baswedan 10 persen dan Gibran Rakabuming Raka 6 persen.

Survei menemukan bahwa kedekatan dengan rakyat 25 persen menjadi pertimbangan utama pemilih dalam menentukan presiden, kriteria yang selama ini lekat dengan citra Dedi Mulyadi.

Berbeda dengan pilihan calon presiden yang dinamis, peta dukungan terhadap partai politik cenderung stabil menyerupai hasil Pemilu 2024.

Load More