Budi Arista Romadhoni
Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB
Ilustrasi pembunuhan ibu tiri. (unsplash)
Baca 10 detik
  • Pelaku berinisial DH membunuh ibu tirinya, Apriyanti, di Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, pada Minggu (27/9/2026).
  • Aksi pembunuhan dilakukan menggunakan pisau dapur dan alat kejut listrik akibat dendam lama serta dugaan motif penguasaan rumah.
  • Korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh warga setempat, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan akibat luka parah.

SuaraJabar.id - Dendam yang disebut telah lama dipendam diduga menjadi salah satu pemicu DH (31) membunuh ibu tirinya, Apriyanti (53), di Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Polisi kini masih mendalami latar belakang hubungan keduanya, termasuk dugaan keinginan DH untuk menguasai rumah yang ditempati korban bersama ayahnya.

Kapolsek Panyileukan AKP Anang Sunarya mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, DH mengaku telah lama menyimpan dendam terhadap ibu tirinya.

“Menurut keterangan terduga pelaku, sudah lama menyimpan dendam terhadap ibu tirinya sendiri dan melakukan aksinya saat terduga pelaku dan korban hanya berdua di rumah tersebut,” kata Anang dikutip dari ANTARA di Bandung, Senin (28/9/2026).

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di sebuah rumah di Jalan Pamitran, Kecamatan Panyileukan, pada Minggu (27/9/2026).

Saat kejadian, DH dan Apriyanti disebut sedang berada berdua di dalam rumah. Polisi menduga DH telah menyiapkan sejumlah alat sebelum melakukan aksinya.

Anang mengatakan DH turun ke lantai satu rumah sambil membawa pisau dapur dan alat kejut listrik. Pelaku kemudian menghampiri korban.

“Pelaku turun ke lantai satu dengan membawa pisau dapur dan alat kejut listrik lalu menghampiri korban. Kemudian korban dilumpuhkan menggunakan alat kejut, dan menusukkan pisau berkali-kali kepada korban,” ujarnya.

Keributan dari dalam rumah kemudian terdengar oleh warga sekitar. Sejumlah tetangga mendatangi lokasi dan menemukan Apriyanti dalam kondisi terluka.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Warga kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa Apriyanti tidak berhasil diselamatkan.

Polisi menyebut korban mengalami sejumlah luka pada bagian tubuh, antara lain di leher, perut, pelipis kanan, dan mata kanan.

Polisi Dalami Motif Pembunuhan

Setelah kejadian, polisi mengamankan DH untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik kini mendalami motif di balik aksi tersebut, termasuk dugaan konflik yang telah berlangsung lama antara pelaku dan korban.

Selain persoalan dendam, polisi juga mendalami dugaan keinginan DH untuk menguasai rumah yang selama ini ditempati Apriyanti bersama ayahnya.

Namun, polisi belum menyimpulkan motif tersebut sebagai penyebab pasti pembunuhan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

Load More