- Dinas Kesehatan dan DKPP Kota Bandung menyelidiki dugaan keracunan makanan di restoran 88 Seoul pada Rabu, 7 Oktober 2026.
- Pemeriksaan awal menemukan masalah kebersihan dapur, penyimpanan bahan makanan, dan ketiadaan alat pengukur suhu.
- Pemerintah Kota Bandung masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dan memverifikasi jumlah korban keracunan.
"Klaim atau tuduhan yang mengatakan bahwa sampai ratusan orang mengalami korban keracunan itu sedang kita selidiki," ungkapnya.
Dinkes Kota Bandung juga akan memantau kondisi kesehatan warga yang dilaporkan mengalami keluhan. Pendataan dilakukan dengan melibatkan rumah sakit untuk memastikan identitas pasien, keluhan yang dialami, hingga diagnosis dari dokter.
"Kalau saya bilang, 'Saya keracunan makan di restoran A karena kata si dokter B', maka sayanya mesti diidentifikasi, restoran A-nya diidentifikasi, dokter B-nya yang memberikan diagnosis harus diidentifikasi dan memberikan pertanggungjawaban medisnya," jelas Farhan.
Terkait kemungkinan sanksi terhadap restoran, Farhan mengatakan Pemkot Bandung tidak menutup kemungkinan melakukan intervensi terhadap operasional 88 Seoul apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran yang membahayakan konsumen.
"Bisa, bisa aja. Tergantung dari temuan akhir, pada akhirnya kan sekarang lagi menunggu disimpulkan," ungkapnya.
Menurut Farhan, pihak manajemen juga memiliki kewenangan untuk memutuskan menutup sementara restoran selama proses pemeriksaan berlangsung.
"Kalau memang manajemen memutuskan untuk, 'Udah kita tutup aja daripada disorot terus', ya itu mah keputusan manajemen," ujarnya.
Farhan menegaskan, investigasi tersebut tidak hanya dilakukan untuk menyikapi dugaan keracunan di 88 Seoul. Pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung memastikan keamanan wisata kuliner di Kota Bandung.
"Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa wisata kuliner di Kota Bandung aman dan terawasi dengan baik," pungkasnya.
Baca Juga: Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka
-
Polisi Dalami Motif Penyerangan Kafe di Bandung, Satu Pelaku Masih Diburu
-
Ombudsman RI Temukan Persoalan MBG di 34 Provinsi, Rekomendasi Segera Diserahkan ke BGN
-
25 Ribu Mahasiswa Diterjunkan Tangani Sampah Bandung Raya, Target Kurangi 1.000 Ton per Hari
-
Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Temukan Sederet Pelanggaran Higienitas di 88 Seoul, Pemkot Bandung Isyaratkan Sanksi Penutupan
-
Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka
-
Politisi PDIP Sukabumi Copot Foto Gibran di Ruang Kerja
-
Korupsi Pengadaan Iklan Rp223,6 Miliar, KPK Periksa Tiga Pejabat Bank BJB
-
Polisi Dalami Motif Penyerangan Kafe di Bandung, Satu Pelaku Masih Diburu