- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan pusat komando darurat di Cirebon dan Purwakarta untuk mengantisipasi dampak gempa Sesar Lembang.
- Gubernur Dedi Mulyadi menginstruksikan penggunaan gedung negara dan pengadaan anggaran lewat APBD 2027 guna menjamin kelangsungan pemerintahan.
- Sekretaris Daerah Herman Suryatman menekankan pentingnya edukasi mitigasi gempa agar masyarakat mampu menyelamatkan diri saat bencana terjadi.
SuaraJabar.id - Pemprov Jabar menyiapkan pusat komando darurat (command center) di Cirebon dan Purwakarta.
Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi dampak gempa akibat aktivitas Sesar Lembang, terutama jika bencana tersebut mengganggu wilayah Bandung Raya dan melumpuhkan pusat pemerintahan di Bandung.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, kedua daerah tersebut dipilih berdasarkan kajian awal yang menunjukkan lokasinya relatif lebih aman dari potensi dampak langsung aktivitas Sesar Lembang.
"Khusus di Cirebon dan Purwakarta yang berdasarkan kajian awal relatif lebih aman dari potensi dampak Sesar Lembang, Pak Gubernur meminta agar disiapkan command center sederhana," kata Herman melansir ANTARA, Rabu (14/10/2026).
Herman menjelaskan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menginstruksikan penyiapan fasilitas pusat komando di gedung negara milik pemerintah provinsi yang berada di kedua daerah tersebut.
Pusat komando itu direncanakan dilengkapi perangkat pemantauan, aplikasi pendukung, serta ruang operasional untuk mengendalikan penanganan bencana. Fasilitas tersebut juga disiapkan untuk menjaga keberlangsungan operasional pemerintahan apabila kantor pemerintahan di Bandung tidak dapat berfungsi.
"Pusat kendali tersebut perlu dilengkapi aplikasi dan ruang operasional yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan penanganan bencana. Dengan begitu, kantor pemerintah di Cirebon maupun Purwakarta dapat difungsikan sebagai pusat komando apabila diperlukan," ujarnya.
Menurut Herman, Pemprov Jabar memiliki sejumlah kantor pemerintahan di beberapa daerah, antara lain Bandung, Cirebon, Purwakarta, Bogor, dan Garut. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari perencanaan untuk memastikan pelayanan dan koordinasi pemerintahan tetap berjalan saat terjadi bencana berskala besar.
Selain menyiapkan gedung dan sistem pendukung, pemerintah provinsi juga perlu memastikan ketersediaan sarana penanganan darurat, termasuk alat berat dan perlengkapan lainnya.
Baca Juga: Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki sejumlah kantor pemerintahan, termasuk di Bandung, Cirebon, Purwakarta, Bogor, dan Garut. Perlu dipastikan sarana pendukung yang dibutuhkan ketika bencana terjadi tersedia, termasuk alat berat dan perlengkapan lainnya," kata Herman.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemprov Jabar tengah menyiapkan usulan anggaran yang akan dibahas bersama DPRD dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Anggaran itu direncanakan untuk memenuhi kebutuhan perangkat pemantauan, sistem aplikasi, dan infrastruktur teknologi informasi.
"Kita sudah membahas hal ini agar perencanaan dan penganggarannya dapat dipersiapkan, terutama karena sekarang kita memasuki pembahasan APBD 2027," ujarnya.
Di samping menyiapkan pusat komando alternatif, Pemprov Jabar juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi mitigasi gempa kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas Sesar Lembang.
Herman mengatakan, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat diperlukan untuk mengurangi risiko korban jiwa ketika bencana terjadi. Warga diharapkan memahami langkah penyelamatan diri, melindungi keluarga, serta membantu orang-orang di sekitarnya sesuai kondisi yang memungkinkan.
"Yang tidak kalah penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Minimal, masyarakat harus mampu menyelamatkan dirinya sendiri, keluarganya, dan orang lain di sekitarnya," kata Herman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Pemprov Jabar Siapkan Pusat Komando Darurat di Cirebon dan Purwakarta, Ada Apa?
-
Braakk! Kecelakaan Elf dan Honda BR-V di Puncak Bogor, Satu Orang Meninggal Dunia
-
7 Laptop Intel Core Terbaik untuk Performa Kerja Maksimal
-
Jamuan Panas di Bandung, Persib Incar Rekor Start Sempurna Kontra Cong Viettel FC
-
Usut 3 Laporan Baru Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Bekasi, Polisi Dalami Keterangan Saksi