- Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk tim investigasi pada Jumat, 28 Agustus 2026, guna mengusut dugaan pelecehan seksual oleh Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya.
- Dugaan peristiwa tersebut terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang di Kelurahan Kotakulon, Kabupaten Sumedang, pada tanggal 17 Agustus 2026.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta publik bersabar menunggu hasil investigasi resmi dan tidak bersandar pada opini atau asumsi.
SuaraJabar.id - Di tengah derasnya alur pemberitaan, dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, terhadap sekretaris pribadinya berinisial R, kian mengemuka dan menyedot perhatian publik.
Langkah cepat langsung diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pihak pemprov resmi membentuk tim investigasi khusus untuk membongkar dan mengusut tuntas isu tersebut secara mendalam.
"Menyikapi berita tentang yang dialami Wakil Bupati Sumedang, Pemprov Jabar hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang agar peristiwa itu bisa terang benderang secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi," tegas Dedi Mulyadi di hadapan awak media, Jumat (28/8/2026).
Gubernur Jawa Barat meminta semua pihak bersabar kebenaran isu tersebut bisa diungkap.
"Untuk itu semua pihak mohon bersabar sebelum hasil investigasi kami sampaikan kami tidak dulu memberikan opini atau narasi," tegas Dedi Mulyadi.
Isu ini mulai menjadi perbincangan publik di media sosial, pesan berantai WhatsApp.
Beredar kabar bahwa R sekretaris pribadi (sekpri) Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila sebagai korban dugaan pelecehan seksual.
Kasus ini heboh karena terduga pelakunya adalah Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila.
Informasi itu menyebut dugaan peristiwanya terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang di Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada 17 Agustus 2026.
Baca Juga: Peta Politik 2026 Bergejolak, Ini 6 Temuan Krusial Survei Tempo Data Science
Dalam narasi, R diinformasikan mengalami dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh istri Wabup, dan sepupu Wabup berinisial FPN
Peristiwa tersebut dikaitkan dengan tindakan dugaan pelecehan seksual yang disebut dilakukan oleh Fajar terhadap R.
Informasi yang tersebar juga memuat klaim soal ancaman kepada R agar tidak melaporkan peristiwa tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Peta Politik 2026 Bergejolak, Ini 6 Temuan Krusial Survei Tempo Data Science
-
Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Survei Terbaru
-
Minta Kader Tiru Gaya KDM, Herman Khaeron: Rakyat Jabar Memilih Pakai Hati
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Kabar Gembira! Dedi Mulyadi Ungkap Tanggal Kepulangan ABK Sukabumi yang Terlantar di Fiji
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Pemprov Jabar Siapkan Pusat Komando Darurat di Cirebon dan Purwakarta, Ada Apa?
-
Braakk! Kecelakaan Elf dan Honda BR-V di Puncak Bogor, Satu Orang Meninggal Dunia
-
7 Laptop Intel Core Terbaik untuk Performa Kerja Maksimal
-
Jamuan Panas di Bandung, Persib Incar Rekor Start Sempurna Kontra Cong Viettel FC
-
Usut 3 Laporan Baru Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Bekasi, Polisi Dalami Keterangan Saksi