- Koalisi Masyarakat Sipil Jawa Barat meminta Gubernur Jawa Barat menegur Bupati Tasikmalaya terkait polemik Jalsah Salanah JAI.
- Permintaan teguran disampaikan pada Senin, 19 Oktober 2026, karena polemik tersebut menyangkut jaminan kebebasan beragama dan toleransi.
- Pemerintah daerah diharapkan mengedepankan dialog serta melindungi hak konstitusional seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi.
SuaraJabar.id - Koalisi Masyarakat Sipil Jawa Barat meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menegur Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyusul polemik pelaksanaan Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kabupaten Tasikmalaya.
Koalisi menilai polemik tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi karena berkaitan dengan jaminan kebebasan beragama dan berkeyakinan, sekaligus citra Jawa Barat dalam menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Jawa Barat, Asep Rizal Asyari, mengatakan pemerintah daerah seharusnya memastikan setiap warga negara mendapatkan perlindungan hak konstitusional tanpa diskriminasi.
Menurutnya, kepala daerah memiliki tanggung jawab menjaga kerukunan masyarakat serta memastikan setiap kebijakan dan tindakan pemerintah tetap berlandaskan konstitusi.
"Persoalan yang menyangkut kegiatan keagamaan tidak semestinya ditangani dengan pendekatan yang justru berpotensi membatasi hak warga negara. Pemerintah perlu mengedepankan dialog, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap seluruh kelompok masyarakat," kata Asep, Senin (19/10/2026).
Senada dengan itu, Koordinator Gusdurian Tasikmalaya, Zainda Usmana Aulia, menyoroti pentingnya keteladanan kepala daerah dalam merawat toleransi.
Menurut Zainda, sikap pemerintah terhadap kelompok minoritas menjadi salah satu tolok ukur komitmen dalam menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan.
"Toleransi tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan, tetapi perlu diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan konkret yang menjamin hak setiap warga negara," ujar Zainda.
Koalisi Masyarakat Sipil Jawa Barat berharap KDM mengambil langkah pembinaan terhadap Bupati Tasikmalaya sekaligus meminta penjelasan mengenai polemik pelaksanaan Jalsah Salanah JAI tersebut.
Baca Juga: Jika Musyawarah Gagal, Lahan Aula RW 44 Kota Wisata Terancam Diambil Alih Pemkab Bogor
Langkah itu dinilai penting untuk mencegah persoalan serupa terulang sekaligus memastikan pemerintah daerah menjalankan kewajibannya dalam melindungi hak konstitusional masyarakat.
Koalisi juga mendorong seluruh pihak mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Perbedaan keyakinan, menurut mereka, tidak boleh menjadi dasar perlakuan diskriminatif ataupun memicu konflik sosial.
Bagi koalisi, polemik pelaksanaan Jalsah Salanah di Tasikmalaya bukan sekadar persoalan yang menyangkut satu kelompok keagamaan.
Persoalan tersebut juga menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam menjaga kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagai bagian dari hak konstitusional setiap warga negara.
Berita Terkait
-
Jika Musyawarah Gagal, Lahan Aula RW 44 Kota Wisata Terancam Diambil Alih Pemkab Bogor
-
Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang
-
Dedi Mulyadi Hentikan Proyek Data Center Rp3,5 T: IMB dan Amdal Belum Beres, Kok Bisa?
-
Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Polemik Jalsah Salanah Ahmadiyah, KDM Diminta Tegur Bupati Tasikmalaya
-
Polres Cimahi Ungkap 59 Kasus Narkoba dalam 10 Hari, Barang Bukti Senilai Rp550 Juta
-
Jelang Wisuda Akhir November, Mahasiswi IPB Ditemukan Meninggal di Rumahnya
-
Jika Musyawarah Gagal, Lahan Aula RW 44 Kota Wisata Terancam Diambil Alih Pemkab Bogor
-
BRI KPR Berikan Tawaran Seru Untuk Rumah Impian: Ada Diskon Properti di Summarecon Expo 2026