- Star Energy Geothermal merencanakan restorasi hutan seluas 325 hektare di Taman Nasional Gunung Halimun Salak pada periode 2026-2027.
- Program pemulihan ekosistem tersebut melibatkan tiga Kelompok Tani Hutan setempat untuk menanam sekitar 120.000 pohon.
- Upaya restorasi hutan ini bertujuan memulihkan lahan terdegradasi serta menjaga habitat macan tutul Jawa di Jawa Barat.
SuaraJabar.id - Star Energy Geothermal (SEG) memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan merencanakan restorasi 325 hektare hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Jawa Barat, selama periode 2026–2027.
Program pemulihan ekosistem tersebut menargetkan penanaman sekitar 120.000 pohon. Pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap, yakni restorasi 225 hektare pada 2026 dan 100 hektare pada 2027.
Dalam pelaksanaannya, SEG akan melibatkan tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat, mulai dari proses pembibitan, penanaman hingga pemeliharaan pohon.
Head of Social Investment and Communications Star Energy Geothermal, Laksmi Prasvita, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan di sekitar wilayah operasional panas bumi.
"Pengalaman operasi Salak selama 32 tahun menunjukkan bahwa pengembangan energi panas bumi dapat berjalan berdampingan dengan konservasi hutan. Komitmen restorasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab jangka panjang kami untuk menjaga dan memulihkan ekosistem," ujar Laksmi kepada wartawan, Rabu (4/11/2026)
Dia menjelaskan, dari sekitar 10.000 hektare wilayah konsesi SEG di kawasan TNGHS, hanya 239 hektare atau sekitar 2,4 persen yang dimanfaatkan untuk fasilitas operasional panas bumi.
Selain itu, SEG sebelumnya telah menjalankan program Green Corridor Initiative (GCI) untuk mendukung pemulihan habitat dan konektivitas hutan di area sekitar 275 hektare.
Rencana restorasi tambahan seluas 325 hektare pada 2026–2027 menjadi kelanjutan upaya perusahaan dalam memulihkan kawasan hutan yang mengalami degradasi.
Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Baca Juga: KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028
Upaya pemulihan hutan Halimun-Salak juga memiliki peran penting dalam menjaga habitat satwa liar, khususnya macan tutul Jawa yang merupakan salah satu satwa endemik Indonesia.
Berdasarkan hasil Java-Wide Leopard Survey (JWLS) yang dikoordinasikan Yayasan SINTAS Indonesia, ditemukan 51 individu macan tutul Jawa, termasuk tiga anakan, di bentang alam Halimun-Salak.
Direktur Yayasan SINTAS Indonesia, Dr. Hariyo T. Wibisono, sebelumnya menekankan bahwa kelangsungan hidup macan tutul Jawa dalam jangka panjang sangat bergantung pada kualitas habitat, ketersediaan mangsa, serta konektivitas antarkawasan hutan.
Selain itu, pengelolaan berbagai tekanan terhadap kawasan juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan populasi satwa tersebut.
Melalui program restorasi ini, SEG menargetkan pemulihan lahan terdegradasi sekaligus meningkatkan kualitas habitat dan konektivitas ekosistem bagi satwa liar.
Keterlibatan kelompok tani hutan juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan kawasan hutan.
Berita Terkait
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Buky Wibawa Pimpin PSSI Jabar, Erick Thohir: Bangun Sepak Bola Butuh Persatuan
-
Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun
-
Jeritan Ojol Hingga Buruh di Bogor Dalam Bayang-bayang Angka Kemiskinan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman
-
SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam
-
Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri