Hirup Gas Beracun, 4 Penambang Emas Liar Tewas di Kaki Gunung Cingaleng

Bangun Santoso
Hirup Gas Beracun, 4 Penambang Emas Liar Tewas di Kaki Gunung Cingaleng
Ilustrasi evakuasi korban di lokasi pertambangan emas tanpa izin yang ambruk di Desa Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondouw, Sulawesi Utara, Kamis (28/2/2019). [Antara/Adwit B Pramono]

Keempat korban tewas di dalam lubang tambang emas liar

Suara.com - Empat orang penambang emas liar tewas lantaran diduga menghirup gas beracun saat mencari bahan emas di Gunung Cingaleng, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kapolsek Cigudeg, Kompol Asep Supriadi mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat keempat korban yang masing-masing bernama Adam, Ata, Satri dan Kosim hendak mencari bahan emas di lubang tambang liar di kaki Gunung Cingelang pada Minggu (17/3/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Awalnya Adam masuk ke dalam lobang mencari emas, tapi baru 15 menit di dalam dia berusaha naik keluar lubang dalam kondisi sesak nafas dan jatuh lagi ke lubang," kata Supriadi, Minggu (17/3/2019).

Melihat hal itu, ketiga rekannya pun langsung turun ke dalam lubang berusaha untuk menyelamatkan Adam. Namun nahas, mereka juga mengalami sesak nafas hingga akhirnya meninggal dunia di dalam lubang tersebut.

"Keempat korban meninghal dunia di dalam lubang diduga karena ada gas beracun. Warga sekitar langsung evakuasi para korban," jelas Supriadi.

Setelah berhasil dievakuasi warga, jasad para korban langsung dibawa oleh pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan resiko menjadi penambang emas liar.

"Korban sudah dimakamkan keluarganya. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan menjadi resiko penambang emas ilegal," imbuh dia.

Kontributor : Rambiga

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS