Akhir Oktober, Bandung Bakal Miliki Wisata Nuklir Pertama di Indonesia

Chandra Iswinarno
Akhir Oktober, Bandung Bakal Miliki Wisata Nuklir Pertama di Indonesia
Presentase wisata nuklir di Kota Bandung. [Antara]

Wisata Nuklir bertujuan untuk memperkenalkan teknologi tersebut kepada masyarakat dan menegaskan Bandung memulai era teknologi nuklir sejak tahun 1965.

Suara.com - Kota Bandung dalam waktu dekat akan memiliki wisata nuklir. Kemungkinan besar wisata bernuansa ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tersebut akan diluncurkan pada 30 Oktober 2019 mendatang.

Perencanaan wisata yang diprakarsai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) tersebut bertujuan untuk memperkenalkan teknologi nuklir kepada masyarakat dan menegaskan Bandung sudah memulai era teknologi nuklir sejak Tahun 1965.

"Kapan wisata teknologi nuklir ini akan dimulai. Itu akan kita launching pada 30 Oktober mendatang dalam rangka open house hasil litbang kami dari tahun 2015-2019. Akan kita undang masyarakat untuk hadir. Harapan kami Pak Wali Kota Bandung bisa meresmikan wisata teknologi ini," ujar Kepala Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) Batan Jupiter Sitorus Pane di Bandung seperti dilansir Antara Rabu (18/9/2019).

Dia mengemukakan wisata nuklir akan membawa pengunjung ke sejumlah tempat di Batan. Tempat tersebut meliputi Reaktor, Lab Produksi Isotop, Lab Senyawa Bertanda, Teknik Analisis Nuklir, NAA, Lab Hewan, Lab Konversi Reaktor Pusat Sains, dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) yang berada di Jalan Taman Sari No 7 Kota Bandung.

"Kami menargetkan masyarakat terdidik seperti mahasiswa dan tokoh masyarakat. Karena ini fasilitas nuklir, ini objek vital maka yang bisa mengunjungi fasilitas nuklir itu harus di atas 18 tahun ke atas, kalau di bawah 18 tahun hanya boleh masuk ruang pameran saja," kata dia.

Selain itu, Jupiter menegaskan wisata teknologi nuklir Batan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.

"Kami sangat memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan. Keamanan di sini ketat dan itu adalah standar yang kami minta dipahami masyarakat demi kebaikan kita semua. Jadi nanti juga akan ada pendamping. Tapi meskipun prosedurnya tidak akan menyeramkan," kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan rancangan wisata tersebut cukup menarik, lantaran memperkenalkan pengelolaan nuklir menjadi energi alternatif merupakan hal yang menarik untuk disampaikan ke warga.

Untuk itu, dia meminta agar Batan mengemas wisata teknologi nuklir dengan format semenarik dan seatraktik mungkin. Diakuinya, permintaan tersebut karena banyak masyarakat yang belum paham, serta pandangan masyarakat yang masih menganggap energi nuklir berbahaya dan mengerikan.

Selain itu, dia juga akan mengajak industri pariwisata di Kota Bandung mendukung wisata teknologi nuklir di Batan dengan membuat program khusus.

"Kita akan membuat jalur wisatanya dengan berbagai titik, di sini kan ada Cagar Budaya ITB, juga Kebun Binatang. Kita akan mengajak industri pariwisatanya untuk mendukung wisata teknologi ini dengan membuat promo atau paket wisata khusus," kata dia. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS