Waspada Modus Gaji Tinggi! Strategi Dedi Mulyadi Bongkar Sindikat TPPO yang Sasar Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, memberikan atensi penuh terhadap kasus TPPO di NTT yang melibatkan 13 warga Jabar.

Andi Ahmad S
Kamis, 19 Februari 2026 | 23:16 WIB
Waspada Modus Gaji Tinggi! Strategi Dedi Mulyadi Bongkar Sindikat TPPO yang Sasar Warga Jabar
Ilustrasi TPPO di Jawa Barat (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berencana menjemput langsung 13 korban TPPO asal Jawa Barat dari Kabupaten Sikka, NTT.
  • Kasus ini terungkap setelah viral di media sosial; total 14 korban (13 Jabar, 1 Jakarta) dibujuk janji gaji besar.
  • Pemprov Jabar berkomitmen mengusut tuntas sindikat TPPO tersebut sambil memastikan perlindungan dan pemulangan korban.

SuaraJabar.id - Peluang kerja dengan gaji besar seringkali menjadi daya tarik yang sulit ditolak, terutama di tengah kebutuhan ekonomi. Namun, di balik janji manis itu, tersimpan jerat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kejam.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, memberikan atensi penuh terhadap kasus TPPO di NTT yang melibatkan 13 warga Jabar.

Bahkan, ia berencana menjemput langsung para korban di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari strategi penyelamatan komprehensif.

"Dedi Mulyadi akan jemput langsung ke NTT. Kami sudah berkoordinasi dengan lintas dinas dan teman-teman di Polda Jabar, Mabes Polri, Polda NTT hingga Polres Sikka,” ujar Ketua Tim Hukum Jawa Barat Istimewa, Jutek Bongso, dilansir dari JabarNews - jaringan Suara.com, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga:Tergiur Gaji Besar, Belasan Warga Jabar Terjebak Sindikat TPPO di NTT

Jutek Bongso menyebut kasus TPPO ini terungkap setelah sempat viral di media sosial. Pihaknya menduga masih ada warga Jabar lainnya yang terjebak dalam sindikat perdagangan orang ini.

“Kami menduga ada warga Jabar lain dan berharap dalam waktu dekat para korban bisa segera dipulangkan,” tambahnya.

Kabar penjemputan korban TPPO ini juga diamini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, Siska Gerfianti, yang menegaskan aksi gerak cepat gubernur demi menjamin hak dan perlindungan terbaik bagi para korban.

Dedi Mulyadi sendiri memastikan telah menjalin komunikasi dengan Suster Ika, sosok yang membantu penyelamatan para korban di Sikka.

Total ada 14 orang yang diselamatkan, yakni 13 warga Jabar dan satu warga Jakarta. “Mereka terjebak bujuk rayu pelaku yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji besar. Saat ini kondisi mereka baik,” kata Dedi.

Baca Juga:Tegur Remaja Tawuran, Pria di Karawang Tewas Dibacok Celurit

Strategi Dedi Mulyadi dalam menangani kasus ini tidak hanya fokus pada pemulangan korban. KDM juga mendorong pengusutan tuntas kasus perdagangan orang Jabar tersebut.

Pemerintah Provinsi Jabar berkomitmen tidak hanya menyelamatkan korban, tetapi juga memerangi akar masalah sindikat perdagangan orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini