Driver Ojol Sial Beruntun Ini Ternyata Sejak Tahun 1990-an Ngojek di Depok

Chandra Iswinarno
Driver Ojol Sial Beruntun Ini Ternyata Sejak Tahun 1990-an Ngojek di Depok
Agustinus Hendar Wilantoro pengemudi gojek yang alami sial beruntun saat ditemui di rumah kontrakannya pada Senin (14/10/2019). [Suara.com/Supriyadi]

Di mata tetangga Hendar, selama tinggal di Kota Depok, dikenal sebagai sosok baik dan akrab dengan siapa saja.

Suara.com - Kisah sial beruntun yang dialami pengemudi ojek online (ojol) bernama Agustinus Hendar Wilantoro (53) menjadi viral di jagat media sosial (medsos).

Pengalaman pahit yang dialami Hendar kali pertama terjadi pada Selasa (8/10/2019) silam saat tertipu pesanan fiktif hingga mengakibatkan kerugian dirinya mencapai Rp 660 ribu. Tak berselang lama, Hendar pun kehilangan motornya saat memesan makanan yang dipesan konsumennya pada Jumat (11/10/2019).

Hendar yang tercatat sebagai warga RT 07/RW 02 Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Kini tinggal di wilayah Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur bersama anak dan istrinya selama satu tahun.

Di mata tetangga Hendar, selama tinggal di Kota Depok, dikenal sebagai sosok baik dan akrab dengan siapa saja.

"Iya benar, Pak Agustinus tinggal di sini. Tapi sekarang sudah enggak tinggal di sini karena rumahnya sudah dijual. Tetapi, masih KTP Depok," kata tetangga Hendar, Roni kepada Suara.com pada Senin (14/10/2019).

Roni sendiri sudah mengetahui nasib nahas yang dialami mantan tetangganya karena viral di media sosial.

"Iya saya tahu dari tetangga Pak Agus kena musibah. Sudah lama enggak tinggal di sini, karena rumahnya sudah dijual. Tapi istrinya sering ke sini bayar iuran bulanan," kata Roni.

Kata Roni, Hendar memang sehari-hari mencari nafkah dari ngojek dan biasa mangkal depan gapura Komplek Mahakam ketika masih tinggal di Depok.

"Sudah lama kalau ngojek. Orang ya baik, suka negur orang lain,"ucapnya.

Terpisah, Agustinus Hendar membenarkan pernah tinggal di Kota Depok sejak tahun 1990. Namun, rumah tersebut sudah dijual dan sekarang mengontrak di Jakarta.

"Sudah enggak di sana. Saya juga ngojek di Depok sejak tahun 1990-an, ngojek pangkalan. Tetapi sekarang ojek online, karena enggak ada kerjaan lagi buat nyari nafkah," ujarnya.

Dalam sehari, Hendar mengumpulkan pendapatan Rp 150 ribu untuk menafkahi keluarganya.

"Biasanya dapat Rp 150 ribu per hari, itu pun belum bensin," katanya.

Sebelumnya, nasib sial beruntun dialami seorang pengemudi ojek online (Ojol) bernama Agustinus Hendar Wilantoro. Agus sempat dikelabui pesanan atau orderan fiktif senilai Rp 660 ribu sebelum akhirnya kehilangan motornya.

Atas kejadian hilang motor merek Honda Beat tahun 2018 warna merah putih dengan nomor polisi B 3979 EMD

Agus lantas melaporkan kejadian kehilangan motornya ke Polsek Pancoran, Jakarta Selatan. Berdasarkan laporan polisi nomor Lp/633/K/X/2019/PMJ.

Kontributor : Supriyadi

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS