alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diisolasi Sepulang dari China, Mahasiswa Bogor Dinyatakan Negatif Corona

Agung Sandy Lesmana Senin, 03 Februari 2020 | 22:55 WIB

Diisolasi Sepulang dari China, Mahasiswa Bogor Dinyatakan Negatif Corona
Ilustrasi. [ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri RI]

"...Hasil lab sudah keluar, dan pasien dinyatakan negatif," tambah Carlos.

SuaraJabar.id - Rumah Sakit (RS) Eka Hospital menyatakan bahwa mahasiswa berinisial JS (19), yang sempat diisolasi karena mengalami demam sepulang dari China dinyatakan negatif virus corona.

Director of Corporate Customer Relation Eka Hospital, James Carlos mengatakan awalnya JS sempat menjalani perawan intensif dan isolasi sejak Rabu (26/1/2020) lalu.

"Karena itu kami tangani sesuai standar oprasional yang berlaku," kata Carlos, Senin (3/2/2020).

Tim dokter RS Eka Hospital, lanjut Carlos, langsung mengambil sampel darah dari JS untuk memastikan gejala penyakit yang dialaminya ke laboratorium Balitbangkes Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Baca Juga: Virus Corona, Lemah di Udara hingga 3 Anak WNI dari Wuhan Ikut Dikarantina

"Pada 30 Januari kemarin kami ambil sampel darah pasien, untuk dibawa ke lab. Hasil lab sudah keluar, dan pasien dinyatakan negatif," tambah Carlos.

Sempat Demam Mendadak 10 Hari

Dokter Spesialis RS Eka Hospital Paulus Arka mengatakan dari keterangan keluarga JS sempat tinggal Kota Guilin, China selama 14 hari dalam rangka pertukaran mahasiswa beberapa waktu lalu.

Setelah kembali ke Indonesua, JS mengalami demam tinggi selama 10 hari sehingga pihak keluarga membawanya ke RS Eka Hospital. Karena khawatir terjangkit virus corona, JS langsung diisolasi.

"Pasien mengalami demam yang cukup tinggi, hingga 40 derajat. Pasien langsung kami arahkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan langsung di dalam ruang isolasi," ucap Arka.

Baca Juga: WNI dari Wuhan Ditolak di Natuna, Menkominfo: Akibat Hoaks

Akhirnya, tim dokter rumah sakit mengambil langkah penanganan, sesuai standar oprasional yang berlaku dengan mengambil sampel darah JS untuk dicek ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait