Dua Warga Depok Positif Corona, Permintaan Alkohol di Kota Bogor Naik Tajam

Alkohol tersebut, menurutnya banyak diburu untuk dijadikan sebagai antiseptik cuci tangan mencegah penularan virus tersebut.

Chandra Iswinarno
Selasa, 03 Maret 2020 | 16:59 WIB
Dua Warga Depok Positif Corona, Permintaan Alkohol di Kota Bogor Naik Tajam
Ilustrasi Virus Corona. [Shutterstock]

SuaraJabar.id - Pemerintah Indonesia telah resmi mengumumkan dua warga Kota Depok yang positif terinfeksi Virus Corona atau COVID-19. Kedua warga tersebut, saat ini sedang dalam penanganan medis di ruang isolasi RS Sulianti Saroso, Jakarta.

Setelah pengumunan yang disampaikan langsung Presiden Joko Widodo tersebut, banyak warga berburu beberapa jenis kebutuhan untuk keperluan sterilisasi dari kuman dan virus, seperti masker, hand sanitizer hingga alkohol. Akibatnya, permintaan pasar terhadap jenis barang tersebut di apotek melonjak tajam.

Seperti dikatakan salah satu sales perusahaan farmasi di Kota Bogor Fahmi (41), sejak adanya pengumuman Virus Corona di Depok permintaan alkohol 70 persen di sejumlah apotek meningkat drastis.

"Permintaan satu apotek biasanya cuma 12 botol alkohol, mulai tadi malam pada pesen paling sedikit 48 sampai 60 botol. Langsung lonjak permintaan sejak statmen Jokowi Virus Corona di Depok," kata Fahmi kepada Suara.com, Selasa (3/3/2020).

Baca Juga:Mahfud MD: Jangan Ada yang Cari Panggung Lewat Isu Virus Corona

Bahkan, lanjut Fahmi, salah satu apotek besar di Bogor memesan kepadanya sebanyak 1.000 botol alkohol. Alkohol tersebut, menurutnya banyak diburu untuk dijadikan sebagai antiseptik cuci tangan mencegah penularan virus tersebut.

"Biasanya buat antiseptik, sekarang banyak digunain buat cuci tangan. Barusan juga ada yang pesen dua apotek karena dia cabangnya banyak mungkin dibagi-bagi total beli seribu botol," ungkap Fahmi.

Selain alkohol, produk hand sanitizer pun juga turut menjadi buruan apotek. Namun, saat ini stok yang dimilikinya sudah kosong sehingga beralih ke alkohol.

"Kita juga ada antiseptik tangan, itu naik juga permintaan dari semalam cuma terbentur stok, stoknya kosng jd beralih ke alkohol tapi itu di daerah Cileungsi. Kalau pun ada sekarang kebijakan maksimal satu outlet 10 botol," jelasnya.

Terkait harga, Fahmuli mengaku ditempatnya bekerja belum mengalami kenaikan. Untuk alkohol murni 70 persen ukuran 100 mil dari distributor dijual seharga Rp 14 ribu per botol, sedangkan satu botol hand sanitizer ukuran 500 mili liter seharga Rp 55 ribu.

Baca Juga:Satu Pasien Suspect Corona di RSUD Depok Dirujuk ke RSPI Jakarta

"Sampai sekarang sih belum ada (kenaikan harga). Yang saya rasain selama bekerja jadi sales di sini, baru kali ini permintaan melonjak drastis."

Kontributor : Rambiga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak