Warga Batasi Interaksi di Komplek Pasien Positif Corona di Tambun

Pebriansyah Ariefana
Warga Batasi Interaksi di Komplek Pasien Positif Corona di Tambun
Orang-orang dengan mengenakan masker berjalan melewati Flinders Street Station, setelah kasus virus corona dipastikan muncul, di Melbourne, Victoria, Australia (29/1/2020). (ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/tm)

Satu keluarga diisolasi di kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi. Sebab salah satu anggota keluarga mereka positif virus corona.

SuaraJabar.id - Warga di perumahan tempat seorang warga Tambun positif corona mulai membatasi diri. Perumahan itu di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Forum komunikasi warga perumaha itu melayangkan surat edaran bersifat himbauan kepada seluruh perangkat RT/RW untuk membatasi aktifitas di perumahan mewah itu. FKW meminta warga untuk membatasi aktifitas ke luar daerah.

"Warga sudah diminta untuk membatasi kunjungan antar cluster (di perumahan) jika tidak terlalu urgent," kata Ketua FKW perumahan itu, Syamridinata dalam keterangannya, Kamis (19/3/2020).

Ia juga menekankan kepada warga untuk mengikuti peraturan pemerintah soal social distancing. Hal ini guna menekan angka lonjakan orang yang terinveksi virus corona di tanah air.

"Jika memang kondisi tidak sehat, seperti mengalami batuk, flu atau pilek sesegera mungkin untuk memeriksa ke dokter. Intinya tetap jaga kesehatan," imbuhnya.

Satu keluarga diisolasi di kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi. Sebab salah satu anggota keluarga mereka positif virus corona.

Pasien baru positif virus corona itu berinisial TR, tinggal di Tambun Selatan. Data ini menambah jumlah pasien positif virus corona di Kabupaten Bekasi menjadi 3 orang.

Hal itu dibenarkan Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid -19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, Kamis (19/3/2020). Ada 11 anggota keluarga TR yang diisolasi. Termasuk pekerja rumah tangganya.

“Istri, tiga anaknya, ibu TR, keponakan, sepupu, dua asisten rumah tangga dan satu sopirnya. Mereka kami pantau 14 hari dan audah kita ajukan pengambilan spesimen,” kata Alamsyah, saat dikonfirmasi SuaraJabar.id melalui sambungan selularnya, Kamis (19/3/2020).

Sebelum dinyatakan terinveksi Virus Corona, TR sempat melakukan perjalanan ke sejumlah daerah dalam negara. Pada tanggal 25 Februari 2020, TR sempat menjadi pembicara di seminar Masyarakat Tanpa Riba (MTR) di Bogor. Selanjutnya, pada 3 Maret 2020, TR melakukan perjalanan ke Surabaya pulang pergi berkaitan dengan bisnisnya.

“Tanggal 4 Maret 2020, Pak TR mulai mengeluh tidak enak badan, tapi masih berangkat ke perusahaanya sebentar,” jelas Alamsyah.

TR juga sempat ke Banjar dan menginap di Hotel Banjar Indah bersama keluarganya.

Pada hari kedua di Banjar, atau tanggal 7 Maret, TR dan keluarga mengunjungi saudaranya yang merupakan pemilik pesantren Ulumidin Pamarican. Usai dari sana bertemu dengan teman SMA untuk membicarakan acara reuni.

“Tanggal 9 Maret 2020 berobat ke RS Mitra Bekasi Timur, Tanggal 10 Maret pada malam hari langsung rawat, empat hari, rawat biasa, lanjut ruang isolasi,” ungkapnya.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS