Antisipasi Penolakan Jenazah Covid-19, Jabar Siapkan 54 Titik Pemakaman

Chandra Iswinarno
Antisipasi Penolakan Jenazah Covid-19,  Jabar Siapkan 54 Titik Pemakaman
Kerabat dan keluarga jenazah kasus COVID-19 mengunjungi pemakaman di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (26/4). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Dedi mengungkapkan, lokasi pemakaman di tingkat provinsi seluas satu hektare juga telah disiapkan, lokasinya berada di daerah Nagrek, Karawang, Bogor, Bekasi dan Depok.

SuaraJabar.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) siapkan 54 titik pemakaman untuk pasien yang terpapar Virus Corona atau Covid-19. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penolakan jenazah pasien Corona yang terjadi di berbagai daerah.

Ketua Divisi Pengamanan dan Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Jabar Dedi Sopandi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lokasi untuk pemakanan. Lokasi pemakaman tersebar di 27 Kabupaten/Kota yang ada di Jabar.

“Terkait kesiapan pemakaman, kondisi saat ini sudah ada kurang lebih 54 titik lokasi pemakaman yang tersebar di 27 kabupaten/kota,” ujar Dedi di Bandung pada Selasa (5/5/2020).

Dedi mengungkapkan, lokasi pemakaman di tingkat provinsi seluas satu hektare juga telah disiapkan, lokasinya berada di daerah Nagrek, Karawang, Bogor, Bekasi dan Depok. Ia menyebutkan, lokasi pemakaman disiapkan pemprov dan pemerintah kabupaten/kota setempat.

“Termasuk juga di tingkat provinsi kita sudah siapkan lahan satu hektare, lokasinya ada di Nagrek, ada di Karawang yang berbarengan dengan tempat pemakaman lansia dan juga di Bogor,” kata Dedi.

“Jadi tiga dari milik provinsi dan ada dari milik kabupaten, Sukabumi ada satu, dari Bekasi ada dua, Kota Bogor dua, Depok malahan lebih banyak lagi."

Dedi menyebut, Depok memiliki sembilan titik pemakaman karena jumlah pasien positif di daerah penyangga wilayah DKI Jakarta tersebut terbilang cukup banyak.

“Depok menyiapkan sembilan titik untuk pemakaman sehingga total sehingga total pemkaman di Jabar itu ada 54 titik,” ungkap Dedi,

Dedi menegaskan, meskipun tempat pemakaman telah disiapkan bukan berarti jumlah korban meinggal meningkat. Hal ini hanya sebagai antisipasi tidak ada lagi penolakan terhadap proses pemakaman jenazah Covid-19.

“Mudah mudahan tidak berarti kita sudah siapkan tempat titik pemakan tidak berarti juga korban itu bertambah. Ini yang perlu kita jaga, sehingga di Jabar tidak harus ada lagi cerita tentang seperti provinsi lain ada penolakan pemakaman, atau sampai harus kuburannya digali kembali.”

Kontributor : Emi La Palau

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS