Kisah Ubad, Perajin Tusuk Kue yang Kini Pasrah Ditengah Pandemi

Rizki Nurmansyah
Kisah Ubad, Perajin Tusuk Kue yang Kini Pasrah Ditengah Pandemi
Perajin tusuk kue, Ubad (75) warga Kampung Cipatir RT 06/07 Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi dengan dagangan yang menumpuk. [Dok. Sukabumi Update/Nandi]

"Semoga di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, wabah Coronanya segera selesai," kata Ubad.

SuaraJabar.id - Tak sedikit orang yang kehidupannya berubah 180 derajat tatkala pandemi virus Corona Covid-19 mulai merebak di Indonesia. Salah satunya Ubad, kakek berusia 75 tahun asal Kampung Cipatir Desa Loji, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Di usia yang tak muda lagi, sebelum pandemi, keseharian Ubad dihabiskan dengan membuat kerajinan tusuk untuk kue dari bambu.

Biasanya tusuk kue buatan Ubad digunakan untuk roti, cilok, sosis dan jenis makanan lainnya. Tusuk kue itu dijual untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sejak ada pandemi, Ubad sudah lama tidak bisa menjual tusuk kue lantaran pengepul tidak lagi membeli hasil kerajinan tangannya.

"Sudah lama saya membuat tusuk kue ini, tapi sekarang enggak laku, katanya efek virus Corona, para pedagang yang biasa membeli tusuk kue ini enggak jualan. Jadi ini enggak laku, enggak bisa dijual," ungkap Ubad dilansir dari Sukabumi Update—jaringan Suara.com—Senin (11/5/2020).

Kerajinan tusuk kue dikerjakan seorang diri oleh Ubad. Untuk satu kilogramnya, Ubad bisa menjual dengan harga Rp 12 ribu, dengan jumlah mencapai ribuan tusuk dalam satu kg.

Namun sudah dua bulan ini Ubad tidak memproduksi karena barangnya menumpuk.

"Enggak produksi lagi sekarang. Bingung enggak ada yang mau beli. Ini barang numpuk kurang lebih ada 50 kg lagi," ucapnya.

Guna menyambung kehidupan sehari-hari, kekinian Ubad fokus bercocok tanam menggarap lahan yang ada untuk di tanami palawija. Tak jarang kadang Ubad ikut kerja bersama tetangganya.

"Itu pun kalau ada yang menyuruh untuk bekerja di kebun. Saat seperti ini lebih banyak diam di rumah ketimbang kerja disuruh tetangga," terangnya.

Ubad pun pasrah dengan pandemi yang masih terjadi di Indonesia saat ini. Ia cuma berharap pandemi ini segera berakhir agar bisa beraktivitas seperti biasa dan tusuk kue yang diproduksinya kembali laku dijual.

"Semoga di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, wabah Coronanya segera selesai, aktivitas masyarakat seperti biasa lagi," tandas Ubad.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS