Banyak Babi di China Idap Flu Babi, Apakah Berbahaya Bagi Manusia?

Para ahli Akademi Ilmu Pengetahuan China mengatakan babi adalah perantara utama virus bisa menyebar dari hewan liar ke manusia.

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Selasa, 30 Juni 2020 | 12:59 WIB
Banyak Babi di China Idap Flu Babi, Apakah Berbahaya Bagi Manusia?
Ilustrasi babi. (shutterstock)

SuaraJabar.id - Tim peneliti di China mengatakan bahwa banyak babi di sana yang terinfeksi virus flu babi dan berpotensi menularkannya ke manusia. Hal ini diketahui setelah peneliti China mempelajari wabah flu babi di peternakan babi di seluruh negera dan mengatakan ada strain virus baru bisa menular ke manusia.

Mengutip Dailymail, Selasa (30/6/2020) para ahli Akademi Ilmu Pengetahuan China mengatakan babi adalah perantara utama virus bisa menyebar dari hewan liar ke manusia.

Baru diketahui ada dua orang yang dikonfirmasi terinfeksi virus yang dijuluki G4 EA H1N1 sejak wabah pertama terjadi pada 2016 lalu. Tapi kata peneliti, virus ini bisa beradaptasi dan sangat mungkin mengnyerang manusia hingga menyebabkan pandemi.

Dua kasus EA H1N1 yang terjadi pada 2016 dan 2019 mirip dengan jenis strain G4 yang menginfeksi orang berusia 46 tahun dan 9 tahun. "Survei epidemiologis menemukan bahwa kedua pasien mengatakan memiliki tetangga yang memelihara babi, dan menunjukkan virus G4 dan EA bisa menular dari babi ke manusia, dan menyebabkan infeksi berat bahkan menimbulkan kematian," kata peneliti.

Baca Juga:Afrika Selatan Lakukan Tes Ekstensif Untuk Bendung Wabah Flu Babi

Sayang, peneliti tidak merinci gejala-gejala yang terjadi karena virus belum menyebar secara luas ke manusia, tapi saat dilakukan tes pada musang mereka menemukan gejala seperti demam, bersin, dan batuk.

George Gao, Jinhua Liu dan rekannya sudah mengisolasi 179 virus dari babi di 10 provinsi China, sejak 2011 hingga 2018 untuk mempelajari risiko yang bisa menyerang manusia.

Kemudian ditemukan, sejak 2016 sebagian besar virus yang ditemukan pada babi yang dipelihara menunjukan bisa berpindah kemanusia dan menyebabkan terjadinya pandemi.

Dari 300 sampel yang diambil dari peternak babi di 15 peternakan babi berbeda, hanya 10,4 persen dari peternak yang memiliki antibodi terhadap jenis virus ini.

Ini artinya virus memiliki peluang yang cukup kuat untuk menyebar menjadi pandemi, meski tidak pasti akankah lebih parah atau lebih rendah dari Covid-19.

Baca Juga:Di Tengah Pandemi COVID-19, Flu Babi Afrika Menyebar di Papua Nugini

Maka, langkah terbaiknya adalah mengendalikan virus yang ada di babi dan memonitor populasi babi harus dilakukan dengan baik, sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus di masa mendatang. "Semua bukti ini menunjukkan bahwa virus G4 EA H1N1 jadi masalah di perternakan babi, dan luasnya penyebaran virus G4 pada babi tidak terelakkan bisa meningkatkan paparan kepada manusia," tutup peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini