Wapres Undang Ridwan Kamil Bahas Potensi Industri Halal di Jawa Barat

Dalam rapat itu Wapres Ma'ruf Amin juga mengundang sejumlah menteri, salah satunya Menteri BUMN Erick Thohir

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari
Jum'at, 03 Juli 2020 | 05:29 WIB
Wapres Undang Ridwan Kamil Bahas Potensi Industri Halal di Jawa Barat
Wapres Ma'ruf Amin bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (dua dari kanan) dan Menteri BUMN Erick Thohir (batik warna biru) usai rapat membahas industri halal. (Foto: Dok. Setwapres)

SuaraJabar.id - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak sejumlah menteri hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membicarakan pengembangan kawasan industri halal. Ma'ruf sengaja mengajak Emil karena melihat potensi daerah Jawa Barat besar untuk industri halal.

Ma'ruf mengatakan, untuk mengembangkan suatu kawasan industri, salah satu pertimbangan yang diambil ialah nilai strategis dari kawasan itu sendiri. Jawa Barat dianggapnya sebagai salah satu provinsi yang memiliki banyak nilai strategis yang dibutuhkan.

"Saya mengundang Gubernur Jawa Barat, karena saya melihat di Jawa Barat ada daerah-daerah yang patut dijadikan kawasan ini," kata Ma'ruf dalam Rapat Pengembangan Kawasan Industri Halal di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (02/07/2020).

Nilai-nilai strategi untuk pengembangan industri halal itu diantara lain dekat dengan pelabuhan udara, terdapat akses jalan tol, pelabuhan laut, pasokan listrik, jaringan telekomunikasi, ketersediaan pekerja yang terampilnya juga, dan ketersediaan lahan.

Baca Juga:Anak Buah Ridwan Kamil Meninggal Dimakamkan Standar Jenazah Virus Corona

Terkait dengan ketersediaan lahan, Ma'ruf meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk dapat mencari lahan-lahan milik negara yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan area industri halal.

"Saya melihat pak Menteri BUMN ini yang paling kaya banyak punya lahan," ucapnya.

Selain itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) non aktif tersebut mengungkapkan kalau kawasan industri sudah terbentuk, maka pekerjaan selanjutnya ialah mendatangkan industrinya itu sendiri. Ma'ruf pun meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan akan pentingnya interkonektivitas antar kawasan industri. Menurutnya satu kawasan industri dan yang lainnya mesti benar-benar terhubung, seperti contoh keberadaan logistik dengan ketersediaan kereta, angkutan laut, maupun udaranya.

Kemudian Emil juga menyampaikan tanggapannya soal daerah Jawa Barat yang memiliki potensi besar untuk pengembangan industri halal. Menurut Emil, kalau pengembangan kawasan industri di Jawa Barat bisa tergali, maka akan mampu meningkatkan perekonomian nasional.

Baca Juga:Nekat Gelar Konser di Bogor, Ridwan Kamil Minta Rhoma Irama Tanggung Jawab

"Saya ada satu benda (kawasan industri halal) pak, yang benda ini kalau dihidupkan ekonomi kami bisa lompat (sebelum pandemi Covid-19 studinya) 5 persen ke 9 persen, kalau benda ini dihidupkan maka ekonomi Indonesia juga bisa naik, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah agregat dari pertumbuhan ekonomi provinsi," ujar Emil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak