Bohongi Orang Tua, ABG Terserang Stroke Usai Main Game 22 Jam Nonstop

Rizki Nurmansyah
Bohongi Orang Tua, ABG Terserang Stroke Usai Main Game 22 Jam Nonstop
Ilustrasi main game. (Shutterstock)

ABG tersebut didiagnosis menderita stroke otak.

SuaraJabar.id - Seorang remaja di Nanning, China mendadak pingsan di rumahnya. Diduga remaja bernama Xiaobin itu terserang stroke akibat kecanduan main game.

Lengan dan tangan kiri remaja 15 tahun itu mendadak lumpuh, dan dilarikan orang tuanya ke rumah sakit.

Dilansir dari Nanning TV, Selasa (14/7/2020), semenjak pemerintah China kembali memberlakukan lockdown akibat Corona, Xiaobin mengisi kesehariannya dengan bermain game.

Menurut orang tua Xiaobin, anaknya setiap hari mengurung diri di kamar karena sekolah ditutup.

Namun, mereka tak tahu di dalam kamar Xiaobin menghabiskan waktunya bermain game selama 22 jam nonstop.

Ketika orang tuanya bertanya, Xiaobin berpura-pura sedang mengambil kelas online.

"Dia menutup jendela dan mengunci pintu. Kami tidak tahu apa yang dia lakukan di kamar," kata orang tuanya.

Xiaobin saat ini menjalani perawatan di rumah sakit tetapi masih belum jelas apakah ia akan sepenuhnya pulih.

Dr Li, seorang spesialis otak di rumah sakit setempat, mendiagnosisnya dengan stroke otak.

Dia menambahkan bahwa kondisinya karena bermain video game secara berlebihan dan kurang tidur.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS