Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bercanda dengan Puput, Burung Hantu di Hutan Saketeng Sukabumi

Ari Syahril Ramadhan Senin, 28 September 2020 | 17:05 WIB

Bercanda dengan Puput,  Burung Hantu di Hutan Saketeng Sukabumi
Puput, burung hantu penghuni hutan Jampang tengah saat bercanda dengan pengunjung wisata edukasi penangkaran lebah. (Sukabumiupdate.com)

Puput memang jinak, sejumlah anak-anak bahkan bisa dengan mudah bermain dengannya. Dielus pun puput tidak marah, hingga diajak foto selfie pun Puput malah makin bergaya.

SuaraJabar.id - Ada yang unik di Hutan Saketeng Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi. Di sini, pengunjung bisa berinteraksi dengan Puput, seekor burung hantu penghuni hutan.

Puput merupakan burung hantu yang menjadi ikon Wisata Edukasi Penakaran Lebah Kampung Lembursitu RT 07/02 Desa Sindangresmi. Ia sering ermain dan mendatangi para pengunjung lokasi wisata edukasi.

Puput tergolong bertubuh besar. Ia memiliki bulu berwarna abu-abu tua dengan berkas telinga horizontal mencolok, tubuh bagian atas berwarna coklat kehitaman, seluruhnya bergaris kuning tua halus, dan memiliki alis berwarna putih. Tubuh bagian bawahnya berwarna abu abu keputihan bergaris hitam tebal.

"Ini awalnya jatuh dari pohon, dan sekarang usianya sudah 3 bulan," ujar Endang Brata Jaya (26 tahun) pengelola Wisata Edukasi Penakaran Lebah Kampung Lembursitu RT 07/02 Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah kepada Sukabumiupdate.com-jaringan Suara.com, Senin (28/9/2020).

Endang kemudian merawat burung hantu tersebut hingga akhirnya bisa kembali dilepas liar di kawasan tersebut. Karena cantik, burung hantu ini diberi nama Puput, walaupun sampai saat ini tidak tahu jenis kelamin burung hantu tersebut.

"Pengunjung terutama anak anak bisa dengan mudah ketemu. Karena area bermain puput juga masih diseputar lokasi ini. Bisa dipanggil dan langsung datang, biasanya minta makan,” ungkapnya.

"Dari kecil kami kasih ikan, sesekali dikasih juga daging juga, untuk ukuran tubuhnya belum sempat diukur, cuma bentuknya lumayan besar,” sambung Endang.

Puput memang jinak, sejumlah anak-anak bahkan bisa dengan mudah bermain dengannya. Dielus pun puput tidak marah, hingga diajak foto selfie pun Puput malah makin bergaya.

Puput diduga berasal dari hutan di sekitar lokasi tersebut. Karena burung hantu jenis tersebut memang memiliki habitat di hutan tropis dan subtropis dataran rendah dengan ketinggian hingga 1000 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait