alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pelanggaran Kampanye Jabar: Pertemuan Terbatas Abaikan Protokol Kesehatan

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 10 Oktober 2020 | 15:39 WIB

Pelanggaran Kampanye Jabar: Pertemuan Terbatas Abaikan Protokol Kesehatan
Ilustrasi pilkada serentak 2020. [Suara.com/Eko Faizin]

Pelanggaran kampanye di Jabar rata-rata terjadi pada penerapan protokol kesehatan Covid-19

SuaraJabar.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menemukan sebanyak 64 pelanggaran kampanye. Pelangaran terjadi pada pertemuan terbatas, yang mengabaikan protokol kesehatan COVID-19.

Koordinator Divisi Pemilu Bawaslu Jawa Barat Zaki Hilmi mengatakan, dari delapan kota dan kabupaten yang menggelar pilkada, pelanggaran terbanyak ditemukan di Kabupaten Bandung sebanyak 23 pelanggaran.

"Bertambah lagi jumlah pelanggaran pertemuan terbatas, totalnya ada 64 pelanggaran di delapan kabupaten kota," katanya dilansir dari Antara, Sabtu (10/10/2020).

Selanjutnya Kota Depok sembilan pelanggaran, Kabupaten Tasikmalaya satu pelanggaran, Kabupaten Sukabumi tiga pelanggaran, Kabupaten Karawang 10 pelanggaran, Kabupaten Cianjur satu pelanggaran, Kabupaten Pangandaran enam pelanggaran, dan Kabupaten Indramayu sebanyak 11 pelanggaran.

Baca Juga: Temanggung Optimalkan Pembinaan Penerapan Protokol Kesehatan di Pesantren

Dia menyebut pelanggaran yang terjadi di antaranya seperti melebihi batas kapasitas jumlah orang yang hadir sebanyak 50 orang, peserta yang tidak menggunakan masker, dan mengabaikan pembatasan sosial maupun fisik.
 
Untuk itu, ia mengimbau kepada para pasangan calon kepala daerah untuk menggelar pertemuan kampanye secara daring. Karena pertemuan terbatas dinilai masih berpotensi mengalami pelanggaran.
 
"Kalau yang pertemuan terbatas itu pertama metodenya pencegahan di lapangan, lalu peringatan dengan surat tertulis, sampai penghentian kegiatan, itu sudah banyak berlangsung," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait