facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dua Pendaki Pose Bugil di Gunung Gede, Ini Jejak Leluhur Sunda di Sana

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 22 Oktober 2020 | 17:53 WIB

Dua Pendaki Pose Bugil di Gunung Gede, Ini Jejak Leluhur Sunda di Sana
Lukisan Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi di Museum Pusaka Keraton Kesepuhan Cirebon. [Dok. Times Indonesia]

Alun-alun Suryakencana ini menjadi salah satu tempat yang ia datangi. Bujangga Manik kemudian menobatkan Gunung Gede sebagai tempat tertinggi di Pakuan.

SuaraJabar.id - Dua orang pendaki menghebohkan dunia maya setelah foto bugilnya di Alun-alun Surya Kencana tersebar di jejeraing media sosial.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menyesalkan beredarnya foto pendaki yang berpose bugil tersebut. Mengingat, Alun-alun Suryakencana merupakan tempat sakral bagi orang Sunda.

Nama Alun-alun Suryakencana di Gunung Gede sendiri terekam dalam catatan perjalanan Bujangga manik. "Hulu wano na Pakuan" atau berarti tempat tertinggi di Pakuan.

Dikutip dari Buku Wisata Bumi Cekungan Bandung karta T. Bachtiar dan Budi Brahmantyo, Bujangga Manik merupakan seorang Pangeran Sunda muda dari Kerajaan Pakuan (sekarang Bogor). Ia hidup di abad 15.

Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Kembali, Ada Apa?

Suatu ketika, Bujangga Manik ingin mencari ilmu di Pulau Jawa. cara yang ia lakoni cukup unik. Pangeran muda ini melakukan perjalanan dengan berjalan kaki menjelajah Pulau Jawa.

Alun-alun Suryakencana ini menjadi salah satu tempat yang ia datangi. Bujangga Manik kemudian menobatkan Gunung Gede sebagai tempat tertinggi di Pakuan.

Selain itu, banyak orang Percaya bahwa Gunung Gede merupakan tempat patilasan Prabu Siliwangi. Saat dipukul mundur oleh pasukan dari Kesultanan Banten, Prabu Siliwangi membawa pasukannya ke Gunung Gede.

Dua pendaki yang berpose bugil dan penyebar poto itu kini tengah menjadi buruab Polres Cianjur.

"Kami sudah minta anggota untuk melacak akun milik kedua pendaki yang memposting foto porno tersebut dan segera menangkap keduanya karena sudah meresahkan dengan postingan di media sosial yang dilakukan di tempat yang dinilai sakral bagi warga Jaa Barat," kata Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai di Cianjur Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Pengelola Gunung Gede Pangrango Bantah Ada Lonjakan Pendakian

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait