- Seorang pria tak dikenal jatuh dari atap angkot bermuatan karangan bunga bekas di Jalan Sudirman, Sukabumi, Sabtu (14/3/2026).
- Korban mengalami luka parah di kepala dan punggung akibat benturan keras saat menjaga muatan di atas kendaraan tersebut.
- Pasca-penanganan luka awal oleh warga, korban memilih langsung melanjutkan perjalanan menggunakan angkot yang sama tanpa bantuan medis.
SuaraJabar.id - Sabtu siang (14/3/2026) yang terik di Jalan Sudirman, Kota Sukabumi, mendadak berubah menjadi kepanikan. Di seberang markas Denpom III Siliwangi, sebuah angkot yang melaju tiba-tiba menjadi pusat perhatian warga. Bukan karena suaranya, melainkan karena seorang pria yang mendadak terjatuh keras ke aspal panas.
Pria tersebut diduga terjatuh dari atap angkot saat sedang menjaga muatan yang tak lazim yaitu tumpukan karangan bunga bekas.
Benturan keras itu menyisakan luka menganga di bagian belakang kepala yang sempat mengucurkan darah, serta luka lecet di punggungnya.
Kejadian sekitar pukul 11.00 WIB itu terekam oleh ingatan Devi Gunawan (51), warga setempat yang menyaksikan korban sudah terkapar di pinggir jalan. Menurut Devi, pemandangan angkot membawa karangan bunga di atap memang terlihat mencolok sejak awal.
Baca Juga:Adu Strategi di Jalur Bocimi: Menakar Jurus Polisi Sukabumi Jinakkan Kemacetan di Seksi 3
“Dia lagi bawa karangan bunga bekas di angkot, ditaruhnya di atas. Saya nggak tahu pasti dia duduk di mana, tapi kemungkinan besar di atas atap. Karena kalau duduk di dalam, nggak mungkin dia bisa jatuh seperti itu,” ujar Devi menceritakan dugaannya.
Dugaan Devi cukup beralasan. Demi mengamankan tumpukan papan bunga yang lebar agar tidak terbang tertiup angin, tak jarang pekerja memilih duduk di atap untuk memegangi muatan tersebut, sebuah tindakan berisiko tinggi yang kali ini berujung petaka.
Melihat korban bersimbah darah, jiwa kemanusiaan warga sekitar langsung bergerak. Devi dan beberapa orang lainnya segera memapah korban yang tampak menahan sakit. Meski mengalami luka di kepala, pria yang identitasnya belum diketahui itu menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.
“Saya langsung ikut menolong. Korban sempat saya antar ke toilet di belakang untuk membersihkan luka-lukanya. Setelah cuci luka dan darahnya berhenti, dia ternyata merasa masih sanggup,” ungkap Devi.
Pemandangan mengharukan sekaligus mencengangkan pun terjadi. Seolah tak ingin kehilangan waktu dan nafkahnya, pria tersebut memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanannya.
Baca Juga:Akhir Perjalanan di Rumah Ibadah: Teka-teki Jenazah di WC Masjid Al Mahfudziah Cikole Terungkap
Tanpa menunggu ambulans atau tim medis, ia kembali naik ke dalam angkot yang sama yang baru saja menjatuhkannya.
Peringatan Keselamatan Jalan
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para pengguna jalan di Sukabumi. Meski demi tuntutan pekerjaan atau efisiensi biaya angkut, menaruh nyawa sebagai taruhan dengan duduk di atap kendaraan umum adalah pelanggaran keselamatan yang fatal.
Artikel ini telah tayang di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Insiden Pria Pembawa Karangan Bunga Jatuh dari Angkot di Sukabumi"