Bawang Putih Jarang Tumbuh di Dataran Rendah, PTPN I Pilih Gunung Mas Puncak untuk Trial

Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menegaskan bahwa pemilihan komoditas bawang putih didasarkan pada kebutuhan pasar domestik yang sangat tinggi

Andi Ahmad S
Selasa, 16 Juni 2026 | 20:39 WIB
Bawang Putih Jarang Tumbuh di Dataran Rendah, PTPN I Pilih Gunung Mas Puncak untuk Trial
Pedagang merapikan bawang putih dagangannya di Pasar. [Antara]
Baca 10 detik
  • PTPN I dan Kementerian Pertanian memulai uji coba penanaman bawang putih seluas 20 hektare di Gunung Mas, Bogor.
  • Proyek ini bertujuan mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan serta mengurangi ketergantungan terhadap komoditas impor China.
  • Tahap awal ini dilakukan untuk mempelajari aspek teknis budidaya sebelum melakukan pengembangan skala luas di masa depan.

SuaraJabar.id - Langkah nyata menuju kemandirian pangan nasional mulai digulirkan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I. Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, PTPN I resmi memulai proyek uji coba (trial) penanaman bawang putih seluas 20 hektare di kawasan Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Inisiatif ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap komoditas impor.

Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menegaskan bahwa pemilihan komoditas bawang putih didasarkan pada kebutuhan pasar domestik yang sangat tinggi, namun selama ini masih didominasi oleh produk luar negeri.

"Sekarang kita mencoba untuk menanam trial dulu 20 hektare di daerah Gunung Mas di Jabar. Ini sebagai bentuk komitmen PTPN I untuk mendukung hilirisasi pemerintah, pemerintahan Pak Prabowo melalui Kementerian Pertanian. Kami sangat mendukung penuh agenda ini," ujar Aris, dilansir dari Antara.

Baca Juga:Tim K9 Mabes Polri Diterjunkan Kepung Hutan Jasinga Bogor

Menurut Aris, bawang putih menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus karena kebutuhan nasional masih banyak dipenuhi melalui pasokan impor dari luar negeri.

Ia menjelaskan pengembangan bawang putih bukan pekerjaan mudah karena tanaman tersebut membutuhkan kondisi geografis tertentu, terutama wilayah dataran tinggi dengan iklim yang sesuai.

Selama ini sentra produksi bawang putih nasional relatif terbatas dan banyak ditemukan di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian memadai untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

"Kemudian kita ada tugas swasembada bawang putih, bawang putih itu memang merupakan komoditas yang tidak lazim di Indonesia, jarang ditanam. Adanya mungkin di Temanggung (Provinsi Jawa Tengah) yang cukup banyak di situ karena datarannya tinggi," ujarnya.

Karena itu, PTPN I memilih melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum memperluas areal tanam guna memastikan aspek teknis budidaya dan produktivitas dapat berjalan sesuai harapan.

Baca Juga:Skema Pembebasan Lahan Jalan Tambang Bogor Barat

Aris mengatakan perusahaan belum memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan bawang putih sehingga diperlukan proses pembelajaran sebelum memasuki skala usaha yang lebih besar.

Selain pengalaman budidaya, perusahaan juga masih mempelajari berbagai aspek teknis lain seperti penyediaan bibit, pola tanam, serta pengelolaan lahan yang paling sesuai.

Uji coba seluas 20 hektare tersebut diharapkan menjadi pijakan awal untuk memperoleh data lapangan yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan berikutnya.

Menurut Aris, keberhasilan program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih, terutama yang selama ini berasal dari China.

"Harapannya untuk bawang putih itu kan bisa mengurangi impor dari China khususnya. Cuma lokasi-lokasi yang punya ketinggian yang cocok ini kan nggak banyak. Hampir di semua tempat itu kita dataran rendah. Kalau dataran rendah tentu nggak cocok untuk bawang putih," jelasnya.

PTPN I juga akan melakukan identifikasi terhadap lahan perusahaan yang dinilai sesuai untuk pengembangan bawang putih tanpa mengganggu komoditas utama yang telah produktif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini