Jangan Liburan ke Pantai karena Desember Rawan Tsunami, Benarkah?

Gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 lalu terjadi pada tanggal 26 Desember. Dua tahun lalu, letusan Gunung Krakatau pada 22 Desember 2018 juga memicu tsunami.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 23 Desember 2020 | 13:23 WIB
Jangan Liburan ke Pantai karena Desember Rawan Tsunami, Benarkah?
ILUSTRASI. Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha sedang memetakan sejumlah wilayah rawan bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menerima bantuan alat deteksi dini tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning System/Inatews) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (Antara/Kutnadi)

"Data membuktikan bahwa Desember ternyata bukan satu-satunya bulan dengan kejadian tsunami paling banyak," tegasnya.

Berdasarkan sumber dan pembangkitnya, sambung Daryono secara ilmiah tsunami memang tidak mengenal musim. Gempa tektonik, longsoran dalam laut, erupsi gunung api adalah fenomena geologis yang dapat terjadi kapan saja tidak hanya pada bulan-bulan tertentu seperti halnya fenomena cuaca dan iklim, sehingga kapan saja dapat terjadi tsunami.

"Jumlah kejadian tsunami di atas tentu bukan jumlah yang mutlak, karena bisa jadi masih ada data kejadian tsunami lainnya yang terlewat dan belum dikompilasi. Namun demikian data ini cukup untuk memberi gambaran sementara distribusi kejadian tsunami pada masing-masing bulan," bebernya.

"Kapan saja, sebaiknya kita harus waspada dan siaga tsunami, khususnya masyarakat di wilayah pesisir yang pantainya berhadapan dengan sumber gempa di dasar laut dan sudah dinyatakan sebagai pantai rawan tsunami," pungkas Daryono.

Baca Juga:Yuk Buat Rencana Libur Akhir Tahun 2020 di Rumah Saja

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak