"Saya tidak mengerti kenapa Beijing menambahkan metode anal swab. Tidak seperti menusuk tenggorokan, Anda tetap perlu tempat khusus untuk menjalani tes ini," ujar Jiang Qingwu, Profesor Epidemiologi Kesehatan Masyarakat Shanghai Fudan University.
Meski demikian CCTV mewartakan bahwa tes swab anal tidak akan digunakan secara luas seperti pada tes swab lewat hidung. Alasannya karena tes swab lewat anus itu dinilai tidak nyaman.
Kebijakan pemerintah China itu sendiri ditanggapi penuh kekhawatiran sekaligus kegelian oleh warganet Tiongkok di media sosial lokal, Weibo.
"Saya sangat beruntung karena sudah pulang ke China sejak dulu," tulis seorang pengguna Weibo.
Baca Juga:Tersangka 3 Kasus di Bareskrim, Perkembangan Terbaru Rizieq Sebelum Diadili
"Tingkat bahayanya lebih rendah, tetapi sangat memalukan," komentar yang lain.
Sementara pengguna Weibo lain, yang mengaku sudah pernah menjalani tes swab anal mengomentari kebijakan itu dengan jenaka.
"Saya sudah dua kali menjalani tes swab anal, dan selalu disusul oleh tes swab tenggorokan. Saya khawatir perawat yang melakukan tes lupa menggunakan swab baru," beber seorang pengguna Weibo.