Warga Serang Mapolres Cimahi dan Konvoi Tentara di Alun-alun

Rakyat menyerang konvoi tentara Belanda di Alun-alun dan menyerang pabrik senjata Artilerie Construcie Winkel (ACW) di Cibabat yang kini menjadi Markas Polres Cimahi.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 09 Februari 2021 | 11:48 WIB
Warga Serang Mapolres Cimahi dan Konvoi Tentara di Alun-alun
Alun-alun Kota Cimahi saat ini. Tempat ini pernah menjadi saksi sejarah perjuangan Rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Ada sejumlah nama yang dulunya terlibat dalam peperangan melawan penjajah di Kota Cimahi. Di antaranya Kompi Daeng Muhammad Ardiwinata, Kompi Ade Arifin, Embang Ardiwidjaja, Kapten Ishak, Sukimun hingga Usman Dhomiri.

Bahkan beberapa nama di antaranya kini sudah diabadikan sebagai nama-nama jalan di Kota Cimahi. Seperti Jalan sekitaran Cihanjuang yang diberinama Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata dan sekitaran Padasuka yang diberinama Jalan KH. Usman Dhomiri hingga Sukimun.

Namun sejak pertempuran 4 hari 4 malam, para pejuang dan rakyat mulai mengungsi ke wilayah selatan lantaran kekuatan Belanda saat itu sulit untuk ditembus.

Baca Juga:Diguyur Hujan Semalaman, Utama Cimahi Terendam Banjir hingga 2 Meter

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak