Gugatan Praperadilan Keluarga Laskar FPI Ditolak, Ini Alasannya

Hakim Ahmad Suhel menyatakan penangkapan terhadap Laskar FPI yang dilakukan polisi juga bukan operasi tangkap tangan dikarenakan adanya surat penyidikan.

Ari Syahril Ramadhan | Yosea Arga Pramudita
Selasa, 09 Februari 2021 | 13:45 WIB
Gugatan Praperadilan Keluarga Laskar FPI Ditolak, Ini Alasannya
Sidang gugatan praperadilan yang dilayangkan keluarga laskar FPI yang tewas M. Suci Khadavi Putra, ditunda. Hakim akhirnya menolak gugatan praperadilan tersebut, Selasa (9/2/2021). [Suara.com/Yosea Arga]

Andre memaparkan, upaya tangkap tangan bisa dilakukan tanpa adanya surat perintah. Hanya saja, pihak yang melakukan penangkapan harus langsung menyerahkan orang yang ditangkap -- beserta barang bukti -- pada pihak penyidik.

Penjelasan Andre itu mengutip Pasal 18 ayat 2 KUHAP yang berbunyi:

“Dalam hal tertangkap tangan penangkapan dilakukan tanpa surat perintah, dengan ketentuan bahwa penangkap harus segera menyerahkan tertangkap beserta barang bukti yang ada kepada penyidik atau penyidik pembantu yang terdekat”.

"Ketika seorang anggota yang menangkapnya, minimal karena beliau punya kesatuan, dia harus melaporkan kepada pimpinannya saat mau membawanya," jelas Andre.

Baca Juga:Hakim Juga Tolak Gugatan Keluarga Laskar FPI Soal Penyitaan Barang Pribadi

Andre menjelaskan, pengertian tangkap tangan adalah peristiwa suatu tindakan spontan yang tentunya dilengkapi barang bukti. Hal tersebut berbeda dengan pengertian penangkan yang lebih berpusat pada rangkaian status seseorang sudah jelas -- contohnya, tersangka atau diduga kuat melakukan tindak pidana.

Tak hanya itu, pengertian penangkapan ada sebuah rangkaian penyelidikan. Misalnya, telah terkumpul alat bukti dan kemudian terdapat perintah penangkapan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini