alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Emak-emak Untung Besar Berkat Sulap Halaman Rumah Jadi Perkebunan

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 19 Februari 2021 | 10:36 WIB

Emak-emak Untung Besar Berkat Sulap Halaman Rumah Jadi Perkebunan
Halaman rumah warga Kampung Wangsakerta, RT 03/05, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang disulap jadi kebun. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Pesanan datang dari mana-mana. Termasuk ketika pandemi Covid-19 pun order secara online malah meningkat dibandingkan sebelumnya.

SuaraJabar.id - Status perempuan hebat munkin pantas disematkan pada para perempuan di Kampung Wangsakerta, RT 03/05, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Bagaimana tidak, berawal dari 10 orang, yang 6 orang di antaranya menyandang status single parent atau janda, mereka sukses menyulap halaman rumah menjadi area perkebunan sayuran yang kini disebut Halimun alias Halaman Indah dan Rimbun.

Tahun 2013 lalu, mereka membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diberinama Bingangkit Mandiri (Binama), dengan tujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian. Apalagi para anggotanya yang berstatus single parent.

"Kami ini sama-sama single parent, usia sudah tidak mudak lagi tapi tanggungan berat. Kami sama-sama ingin meningkatkan perekonomian untuk keluarga," ujar Ketua KWT Binama, Ratna Junianti kepada Suara.com, baru-baru ini.

Baca Juga: Pengantin Baru Tak Tahu Cara Cium Istri, Publik Penasaran Malam Pertamanya

Ia dan para ibu-ibu awalnya menggarap lahan sekitar 84 meter di samping rumahnya dengan komoditas berbagai jenis sayuran. Hingga kemudian kini berkembang menjadi 3.500 meter persegi.

Belum lagi ditambah dengan lahan-lahan di pekarangan rumah para anggota KWT Binama. Kini ada sekitar 39 anggota yang masih bertahan, dimana sekitar 50 persennya berstatus single parent.

"Jadi totalnya kalau sama lahan anggota ada sekitar 1 hektare lebih," ucap Reni.

Ada puluhan jenis sayuran yang mereka kembangkan, hingga membuat para janda dan ibu-ibu di sana bisa mandiri. Dari mulai seladah kriting, lolorosa (seladah merah), bawang daun, cabe kriting, cabe rawit, sayuran, terong, tomat cery, orinzo (bayam jepang), romen (sawi jepang) dan cabe hias.

Berkat kerja keras mereka, berbagai jenis sayuran yang ditanam itu kini laku keras. Pesanan datang dari mana-mana. Termasuk ketika pandemi Covid-19 pun order secara online malah meningkat dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Viral Emak-emak Geregetan Lihat Pengantin Pria Malu Cium Kening Istri

"Kebanyakan pesanan dari Jakarta, Bandung Raya. Pas pandemi justru meningkat, diibaratkan kalau dulu Rp 750 ribu per orang dalam sebulan, sekarang bisa Rp 1 juta," ungkap Ratna.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait