Miris Banget, Ada Anak SMA Jadi PSK di Kota Tasikmalaya

Di Kota Tasikmalaya juga pernah ada PSK yang tengah hamil tua masih beroperasi lantaran butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 04 Maret 2021 | 12:59 WIB
Miris Banget, Ada Anak SMA Jadi PSK di Kota Tasikmalaya
ILUSTRASI penangkapan pekerja seks komersial (PSK). [dok polisi]

"Catatan penting lainnya yaitu dinas sosial tidak memiliki anggaran untuk penanggalan masalah sosial. Dan memang sepertinya ada beberapa pos anggaran dalam catatan DPRD yang luput dari perhatian dan itu sebetulnya membuat malu," kata dia.

Asep menambahkan, persoalan sosial lainnya yakni menjamurnya anak punk di Kota Tasikmalaya. Dia mengatakan, dalam pemahaman masyarakat, kehadiran anak punk di Kota Tasikmalaya ini tak jarang dianggap mengganggu dan meresahkan.
Selain itu Asep berharap, ada penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) du Jalan KH. Zenal Muztofa. Penataan ini menjadi masalah yang paling krusial demi memberi solusi terbaik bagi para PKL.

"Intinya Kota Tasikmalaya itu butuh pemimpin yang dapat memberikan solusi dan penguatan dari sisi anggaran untuk penanggulangan masalah sosial," ujarnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Kota Tasikmalaya Miftah Farid Almahzumi mengatakan, menumpuknya persoalan masalah sosial menjadi indikator tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya. Artinya, lanjut Miftah, program yang dikeluarkan pemerintah saat ini masih tidak mengena ataupun tidak tepat sasaran.

Baca Juga:10 PSK Diciduk Aparat Polresta Surakarta di 3 Lokasi

"Pemerintah harus berpikir keras serta mengajak tokoh masyarakat untuk duduk dan berpikir bersama dalam upaya mencari solusi, karena hasil penjaringan operasi pekat tersebut tidak berdampak dan tidak memberikan solusi," ucapnya.

Menurutnya, harus ada tindakan tegas kepada para PSK yang terjaring, bukan hanya didata dan diceramahi saja. Dia justru berharap, pembinaan dan pelatihan SDM dan skill oleh pemerintah melalui dinas sosial dan dinas terkait lainnya.

Miftah meyakini,dengan pembinaan dan pelatihan keterampilan, para PSK ini tak akan turu kembali ke jalan dan bisa berpeluang mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

"Ketersediaan lapangan pekerjaan tidak berbanding lurus dengan angka kelulusan sekolah yang setiap tahun mengeluarkan anak didiknya. Makanya timbul permasalahan sosial lainnya," ujarnya.

Sebelumnya, aparat berwenang baik kepolisian maupun Satpom PP Kota Tasikmalaya pernah menjaring PSK yang tengah hamil tua yang sedang mangkal di pinggir jalan.

Baca Juga:Sarang Ratusan PSK di Solo Mau Diberantas Gibran!

Demi kebutuhan ekonomi, PSK hamil tersebut nekat menjajakan diri. Mereka didata dan diberikan pembinaan serta membuat surat penyataan untuk tidak melakukan hal serupa.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak