Semerbak Ikan Pindang yang Tercium Turun Temurun di Bandung Barat

Bukan hanya untuk sekedar bertahan hidup, tapi mencari cuan lebih untuk kebutuhan lainnya.

Suhardiman
Sabtu, 13 Maret 2021 | 11:50 WIB
Semerbak Ikan Pindang yang Tercium Turun Temurun di Bandung Barat
Sobana (60) tengah mengukus ikan pindang. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Setelah kotoran dalam ikan dibersihkan, berbagai ikan pindang ditaburi berbagai bumbu. Terkhusus ikan bandeng, hanya ditaburi garam. Setelah itu, ikan dikukus pada tungku api sejak pukul 09.00-17.00 WIB.

Setelah matang, keesokan harinya pindang-pindang tersebut langsung dijual ke berbagai daerah. Seperti Gununghalu, Padalarang, Cililin dan sebagainya. Di sentra itu, pembuatan ikan hanya dilakukan tiga kali dalam seminggu. Yakni Rabu, Jumat dan Minggu.

"Saya jualnya keliling. Harganya ada yang Rp 3-5 ribu per ekor. Kadang habis, kadang juga nggak," ujar Sobana.

Setiap kali produksi, ia membeli sekitar 30 kilogram ikan sebagai bahan dasar. Dari puluhan ikan yang dibuatnya, Rata-rata ia bisa mendapatkan cuan sekitar 400 ribu setiap pekannya.

Baca Juga:Kubu Moeldoko akan Laporkan Andi Mallarangeng ke Polda Metro Hari Ini

"Kalau saya cuma dua kali produksi dalam seminggu," ucapnya.

Warga Kampung Awilarangan bertekad, usaha turun temurun itu akan dipertahankan. Mereka turut melibatkan keluarganya, termasuk anak-anaknya yang secara tidak langsung diajarkan untuk membuat ikan pindang.

Salah satunya Anisa Andaresa. Dara berusia 17 tahun itu mengaku sejak lulus SMA langsung membantu orang tuanya untuk membuat ikan pindang.

Tanpa rasa malu, ia dengan luwesnya melakukan berbagai tahapan hingga ikan pindang matang dan bisa dijual.

"Pas lulus sekolah langsung bantuin orang tua, gak nyoba nyari kerja lagi," ujarnya.

Baca Juga:Lamaran Diserahkan ke Aurel, Konsep Akad Nikah Dipegang Atta Halilintar

Ketua RW 08, Desa Mekarmutki, Iwan Awaludin mengatakan, usaha sentra pembuatan ikan pindang di wilayahnya sudah ada sejak tahun 1970-an. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 200 warganya menggeluti usaha pembuatan pindang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak