Burung-burung tersebut mulai masuk sekolah di tengah pandemi Covid-19. Tepatnya Oktober lalu ada pecinta burung yang sekolah suara burung di tempat milik Dicky. Rencananya setelah lulus nantinya akan diberikan semacam sertifikat.
"Kalau sekarang belum ada yang lulus. Awalnya cuma 4 yang masuk, sekarang ada 12 burung," ujarnya.
Sekolah burung kenari mulai terpikirkan Dicky sejak Maret 2020. Namun saat itu dirinya tidak langsung membuka program. Melainkan menyusun konsep yang akan ditawarkan kepada pecinta burung.
Setelah itu, konsepnya mulai tercium para kicau mania hingga akhirnya mulai masuklah burung kenari menjadi siswanya pada Oktober 2020.
Baca Juga:Dibalik Gurihnya Wajit Cililin, Ada Larangan Kolonial Belanda
"Kalau saya awalnya memang hobi dari tahun 1990-an. Tapi waktu itu belum berpikir bikin tempat mastering," ujarnya.
Ia tak hanya sekedar hobi, melainkan mempelajari dan menganalisis termasuk jenis-jenis suara burung. Sehingga pengalaman dan pengetahuannya itu Dicky manfaatkan dengan membuka Mastering Cibodas Canary.
"Tapi sekarang masih terbatas dulu. Masih penyesuaian soalnya. Tapi kalau peminatnya banyak," tukasnya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Baca Juga:Usai Rumah Keluarga Aa Umbara, KPK Geledah Lagi 5 Tempat di Bandung Barat