alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Siapa MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed yang Jadi Nama Baru Tol Layang Japek?

Ari Syahril Ramadhan Senin, 12 April 2021 | 12:50 WIB

Siapa MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed yang Jadi Nama Baru Tol Layang Japek?
Kendaraan roda empat melintas di Tol Layang Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Perubahan nama ini merupakan penghormatan dari Indonesia ke UEA. Sebab, UEA telah menjadikan nama Presiden Joko Widodo sebagai nama jalan utama di UEA.

SuaraJabar.id - Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) kini punya nama baru. Presiden Joko Widodo mengubah nama jalan tol layang itu menjadi Jalan Tol MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed pada Senin (12/4/2021).

Nama baru ini diresmikan oleh Menteri Sekretariat Negara Pratikno bersama dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beserta perwakilan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA).

Siapakah MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed? Ia adalah merupakan salah satu pangeran di Uni Emirat Arab (UEA).

Menurut Pratikno, perubahan nama jalan tol ini adalah bentuk penghargaan dari Indonesia ke UEA yang mana telah bekerja sama di berbagai bidang selama 46 tahun.

Baca Juga: Besok, Jalan Tol Layang Japek Arah Cikampek Akan Ditutup Selama Lima Jam

Selain itu kata dia, perubahan nama ini merupakan penghormatan dari Indonesia ke UEA. Sebab, UEA telah menjadikan nama Presiden Joko Widodo sebagai nama jalan utama di UEA.

"Sebelumnya nama Jalan Presiden Jokowi telah dicanangkan di Abu Dhabi sebuah jalan di jalan utama yang strategis antara Abu Dhabi National Exhibition Center menuju komplek kedutaan. Ini adalah sebuah kehormatan bagi bangsa Indonesia yang diberikan oleh pemerintah UAE khususnya Syeikh Mohammad Bin Zayed, jadi itulah latar belakang perubahan nama ini," ujar Pratikno dilansir Suara.com.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahardian mengatakan, perubahan nama tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR Nomor 147 Tahun 2021.

Ia melanjutkan, jalan tol layang tersebut telah dimulai pengerjaan konstruksinya pada 2017 tahun dengan panjang jalan 36,4 kilometer.

"Adapun kepadatan lalu lintas di jalur ini 200 ribu kendaraan per hari. Ini merupakan jalur uratnya di perekenomian indonesia, dan berada di kawasan industri dan pemukiman di timur Jakarta," ucap dia.

Baca Juga: Dampingi Presiden, Mensos Kunjungi Lokasi Paling Parah Akibat Banjir di NTT

Hedy menambahkan, tujuan dibangunnya jalan tol layang ini untuk memecah kendaraan agar tak terjadi kemacetan panjang di Jalan Tol Japek.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait