alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ustaz Adam Jadi Tersangka Babi Ngepet di Depok, Motifnya Mengejutkan

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 29 April 2021 | 14:58 WIB

Ustaz Adam Jadi Tersangka Babi Ngepet di Depok, Motifnya Mengejutkan
Babi ngepet (Instagram @ndorobeii)

Ustaz Adam Ibrahim membuat hoaks tentang babi ngepet untuk melambungkan namanya.

SuaraJabar.id - Polisi membongkar kasus isu babi ngepet di Depok yang sempat menghebohkan masyarakat. Isu itu ternyata merupakan informasi palsu yang sengaja disebar oleh seorang ustaz.

Kekinian, Ustaz tersebut telah ditangkap dan dibawa ke Polresta Depok. Polisi juga telah menetapkan Ustaz Adam Ibrahim sebagai tersangka dalam kasus ini.

Cerita babi ngepet ini sempat menghebohkan warga Bedahan, Sawangan Depok. Ustadz Adam Ibrahim diduga yang pertama menyebarkan berita hoax.

"Kami sampaikan semua yang sudah viral tiga hari sebelumnya itu adalah hoax, itu berita bohong. Kejadiannya tidak seperti apa yang diberitakan," ujar Kapolresta Depok Kombes Imran Siregar dalam jumpa pers di Polresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, dilansir Suarabogor.id, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga: Babi Ngepet Hebohkan Warga Sawangan Depok Ternyata Hoax, Ini Motif Pelaku

Iman menjelaskan ihwal cerita soal babi ngepet ini. Cerita bermula, tersangka bernama Adam Ibrahim ini menerima laporan terkait adanya sejumlah warga yang kehilangan sejumlah uang.

"Cerita ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta," katanya.

Dari situ, Adam Ibrahim dan delapan orang lainnya kemudian bekerja sama. Mereka lantas mengarang cerita soal adanya babi ngepet ini.

"Tersangka ini bekerja sama dengan kurang-lebih delapan orang, mengarang cerita tersebut, seolah-olah babi ngepet itu benar. Ternyata itu rekayasa tersangka dan teman-temannya," jelasnya.

Kepada warga, Adam Ibrahim menggambarkan babi ngepet itu berkalung dan kepalanya diikat tali merah. Lalu dari mana asal-usul babi itu?

Baca Juga: Ustadz Jadi Tersangka Babi Ngepet Depok, Sebar Informasi Palsu

"Tersangka merekayasa dengan memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait