BPBD Pangandaran Waspadai Peningkatan Risiko Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau

BPBD Pangandaran imbau warga waspada karhutla akibat kemarau. Warga dilarang membakar sampah/lahan dan buang puntung rokok sembarangan.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:00 WIB
BPBD Pangandaran Waspadai Peningkatan Risiko Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat selama musim kemarau. [Harapanrakyat]
Baca 10 detik
  • BPBD Kabupaten Pangandaran meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan selama musim kemarau pada Juli 2026.
  • Dua insiden kebakaran kebun dan hutan telah dilaporkan terjadi di wilayah Desa Sindangwangi dan Desa Bojongsari.
  • BPBD mengimbau masyarakat agar menghindari pembakaran sampah terbuka dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

SuaraJabar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat selama musim kemarau.

Kondisi cuaca kering membuat dedaunan dan ranting mudah terbakar sehingga api berisiko cepat meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan pihaknya telah menerima dua laporan kebakaran di kawasan kebun dan hutan dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Peristiwa pertama terjadi di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang. Kebakaran berikutnya dilaporkan terjadi pada malam hari di wilayah Desa Bojongsari yang berbatasan langsung dengan Desa Sindangwangi.

Baca Juga:Menuju Wisata Pangandaran Kelas Dunia: Saat Hello dan Welcome Menjadi Kunci Masa Depan

"Iya memang ada laporan dan itu ditangani langsung masyarakat, langsung padam," kata Dodo melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Kamis (30/7/2026).

Menurut Dodo, penyebab pasti kedua kebakaran tersebut masih belum diketahui. Namun, BPBD menduga api dipicu oleh aktivitas pembakaran terbuka yang tidak terkendali hingga merambat ke area di sekitarnya.

Ia menjelaskan, minimnya curah hujan selama musim kemarau menyebabkan vegetasi kering, seperti dedaunan dan ranting, menjadi sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat kobaran api dapat menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membersihkan lahan, semak belukar, maupun sampah dengan cara dibakar.

"Saya imbau ke masyarakat agar jangan pernah membersihkan sampah, semak belukar atau lahan dengan cara dibakar," ujarnya.

Baca Juga:Sisi Lain Libur Lebaran: Saat Pantai Pangandaran Dikepung 110 Ton Sampah

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Bara api yang masih menyala pada puntung rokok berpotensi memicu kebakaran ketika mengenai rerumputan atau dedaunan yang telah mengering akibat cuaca panas.

Dodo meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api, terutama yang berada di dekat kawasan permukiman, agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan kebakaran tidak meluas.

"Segera laporkan kepada kami jika ada titik api di suatu tempat, apalagi di permukiman padat penduduk," katanya.

BPBD berharap peran aktif masyarakat dalam mencegah munculnya titik api dapat meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, sekaligus menghindari dampak yang lebih luas terhadap lingkungan maupun keselamatan warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak