alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tegas! Ridwan Kamil Kritik PNS yang Teken Petisi Online tentang THR

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 05 Mei 2021 | 17:00 WIB

Tegas! Ridwan Kamil Kritik PNS yang Teken Petisi Online tentang THR
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. [Dok. Humas Pemprov Jabar]

"Jadi kalau hanya THR-nya kurang sedikit bela negara lah dengan berkorban," ujar Ridwan Kamil.

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan kritik pada pegawai negeri sipil (PNS) dan aparatur sipil negara (ASN) yang membuat dan ikut menandatangani petisi online bertajuk THR & Gaji-13 ASN/PNS 2021 Lebih Kecil dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019 di situs change.org

Ridwan Kamil mengatakan, ASN dan PNS semestinya dapat memahami keuangan pemerintah saat ini yang banyak tersedot ke penanganan Covid-19.

Meminta THR dan tunjangan kinerja (tukin) di kondisi saat ini kata dia, merupakan tindakan yang kurang elok.

"Minta THR penuh kalau di zaman normal wajar, tapi minta THR penuh di zaman tidak normal uangnya habis, Jawa Barat hilang 5 triliun masih pakai logika zaman normal saya kira kurang bijak," kata Ridwan Kamil usai pimpin apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya, di Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Rabu (5/5/2021).

Baca Juga: Jadwal THR PNS 2021 dan Gaji Ke-13, Jangan Terlewat

Ridwan Kamil menambahkan, para ASN merupakan profesi yang sama sekali tidak terpengaruh pendapatnya akibat pandemi Covid-19. Oleh karenanya para ASN diminta untuk bertoleransi soal kecilnya jumlah THR yang diterima.

"Saya imbau ASN bela negara dengan cara bertoleransi menerima keputusan pemerintah. ASN adalah profesi yang tidak terpengaruh pendapatannya oleh COVID-19 . Swasta-swasta turun karena ekonomi turun, ASN stabil. Jadi kalau hanya THR-nya kurang sedikit bela negara lah dengan berkorban. Saya kira itu," katanya.

Adanya petisi dari para ASN soal THR yang kecil, Ridwan Kamil menilai hal itu tidaklah bijak saat zaman pandemi seperti ini. Ridwan Kamil meminta para ASN jangan terlalu banyak menuntut.

"Bagi anda yang nulis di petisi, saya kira kurang bijak, zaman lagi susah, uang juga tidak banyak, jangan menuntut hal yang menurut saya tidak pada etikanya. Dituntut bela negaranya. Hanya dengan menerima begitu saja masa ga bisa. Kan nggak disuruh perang," ucapnya.

Kontributor : Cesar Yudistira

Baca Juga: Ombudsman: Surat Edaran soal THR Lebaran Multitafsir

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait