"Awalnya beli dari seorang penjual keliling, untuk dimakan saat berbuka puasa. Setelah dikonsumsi, langsung merasakan gejala pusing, mual, muntah yang disertai diare," kata Siti
Petugas Puskesmas Cibeber, dr Nina Winarti membenarkan adanya kejadian luar biasa kasus keracunan diduga dari makanan olahan yang dialami sebanyak 31 warga di tiga kampung di Desa Selagedang, Cibeber.
"Betul, kami menangani pasien yang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan olahan kulit sapi. Hingga, saat ini tinggal empat pasien yang masih dirawat," ucapnya.
Nina menyebutkan, saat pertama kali datang ke puskesmas, para korban mengalami gejala seperti pusing, mual, dan mulas.
"Diduga karena keracunan. Namun, apakah dari makanan itu, kita belum bisa pastikan, karena sampelnya baru akan dicek di lab. Jadi, belum terkonfirmasi,” ujar dia.
Baca Juga:Ratusan Kendaraan Tujuan Cianjur Diputar Balik di Jembatan Citarum
Nina menambahkan, dari semua korban, satu orang terpaksa dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur karena kondisi kesehatannya menurun.
“Kondisinya sedang hamil 3 bulan, ada gejala hiperemesis (mabuk kehamilan) juga," ucap Nina.
Nina menyebutkan, pihaknya telah mengamankan sampel sisa makanan yang diduga menyebabkan puluhan warga di tiga kampung tersebut mengalami keracunan.
"Tiga jenis makanan yang dibeli oleh warga sudah diamankan dan sudah dibawa ke laboratorium untuk dilakukan uji," tandasnya.