“Tulang mau putus, topi dipasang rasanya seperti ditusuk-tusukkan jarum. Durian dicium tak ada baunya,” terangnya.
Meski alami tanda-tanda COVID-19, UAS tak mau periksa
Selain tak mampu mencium aroma, lidahnya juga tak mampu mengenali rasa makanan. Itulah mengapa, selera makannya mendadak langsung turun.
“Di situlah saya merasa durian sudah tak enak lagi. Tak saya makan. Saya cium tak ada baunya sama sekali,” tegasnya.
Baca Juga:Hari Pertama PPKM Darurat di Batam, Ini Lokasi Penyekatan Petugas Gabungan
Lebih jauh, penceramah berdarah Sumatera itu membenarkan, gejala yang dia alami agaknya mirip-mirip penderita Covid-19. Namun, dia mengaku, saat mengalami kondisi tersebut, dia tak mau memeriksakannya ke rumah sakit.
“Tapi, ustaz pernah kena Covid? Saya tak periksa, tapi ciri-ciri itu ada,” kata dia.