alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hindari Makanan dan Minuman Ini saat Isolasi Mandiri di Rumah

Ari Syahril Ramadhan Selasa, 13 Juli 2021 | 10:56 WIB

Hindari Makanan dan Minuman Ini saat Isolasi Mandiri di Rumah
Ilustrasi makanan berlemak. (Shutterstock)

Konsumsi alkohol dapat melemahkan sistem imun. Padahal orang yang positif COVID-19 harus meningkatkan daya tahan tubuh agar bisa cepat sembuh.

SuaraJabar.id - Berbeda dengan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit atau pusat isolasi mandiri (isoman) pemerintah, pasien isoman di rumah harus memperhatikan sendiri asupan makanan mereka.

Pasien isoman di rumah harus bisa menjaga pola makan yang sehat dan seimbang. Pasalnya, hal itu adalah salah satu kunci untuk tetap sehat.

Meskipun masih belum ada penelitian yang dilakukan untuk menentukan pola makan terbaik untuk melindungi dari virus Corona, namuan ada makanan tertentu yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh di mana bisa memengaruhi infeksi virus Corona.

Beberapa makanan meningkatkan kekebalan tubuh, namun beberapa makanan lain malah sebaliknya.

Baca Juga: Wali Kota Pangkalpinang: Kami Tidak Menerapkan PPKM Darurat!

Melansir dari The Gourment Journal dikutip dari Suara.com, berikut makanan yang mengganggu sistem kekebalan dan perlu Anda hindari saat terinfeksi virus corona COVID-19, antara lain:

1. Garam berlebih

Seperti disebutkan di atas, peradangan dapat menjadi faktor risiko dalam hal keparahan virus. Konsumsi terlalu banyak garam dapat memperburuk peradangan pembuluh darah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar kita mengonsumsi kurang dari lima gram garam setiap hari.

2. Gula berlebih

Meminimalkan konsumsi gula juga dapat membantu mengurangi peradangan. Seringkali, makanan yang terbuat dari gula sederhana hanya menawarkan kalori kosong, artinya tidak memberikan nilai gizi apapun.

Baca Juga: Singgung Pernyataan Lawas Ustaz Abdul Somad, Netizen Tuding UAS Musuh Allah?

Selain itu, American Journal of Clinical Nutrition menyarankan bahwa gula olahan dapat meningkatkan sekresi sitokin, yang pada gilirannya menyebabkan peradangan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait